Chapnews – Ekonomi – Peluang karier di sektor pemerintahan kembali terbuka lebar bagi putra-putri terbaik bangsa melalui jalur Sekolah Kedinasan pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Pemerintah telah menyiapkan ribuan formasi dan mengumumkan jadwal penting bagi para calon abdi negara yang berminat bergabung dengan birokrasi.
Total 4.770 kebutuhan CPNS telah dialokasikan untuk jalur ini, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 3.257 formasi. Lonjakan jumlah formasi ini menjadi angin segar bagi para peminat yang ingin berkarier di berbagai instansi pemerintah tanpa khawatir biaya pendidikan, mengingat sebagian besar sekolah kedinasan menawarkan beasiswa penuh.

Proses pendaftaran akan terpusat melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang dapat diakses di sscasn.bkn.go.id. Calon peserta diimbau untuk memantau laman tersebut secara berkala agar tidak ketinggalan informasi penting terkait tahapan seleksi.
Sama seperti seleksi CASN lainnya, tahapan seleksi Sekolah Kedinasan akan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Penggunaan CAT ini terbukti efektif dalam menjamin transparansi dan akuntabilitas, meminimalisir praktik kecurangan seperti ‘titipan orang dalam’ atau joki yang kerap mencoreng proses seleksi di masa lalu.
Target pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dijadwalkan pada September 2026. Materi SKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk mengukur pengetahuan kebangsaan, Tes Intelegensia Umum (TIU) untuk kemampuan verbal, numerik, dan figural, serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai integritas dan profesionalisme calon peserta. Sementara itu, pengumuman pembukaan seleksi peserta didik direncanakan pada Agustus 2026. Setelah SKD, pelamar akan menghadapi seleksi lanjutan yang detailnya akan diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, memberikan penekanan penting kepada para calon peserta. Ia mengingatkan agar seluruh proses seleksi diikuti dengan integritas dan tidak mudah percaya pada janji-janji kelulusan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Rini di Jakarta, seperti dikutip oleh chapnews.id.
Rini juga berpesan agar putra-putri Indonesia yang bercita-cita masuk sekolah kedinasan mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara akademis maupun mental. “Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” imbuhnya, menekankan pentingnya kualitas individu.
Tahun ini, sembilan instansi pemerintah membuka pintu bagi calon ASN melalui jalur sekolah kedinasan di bawah naungan mereka. Instansi-instansi tersebut meliputi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan (dengan 22 sekolah kedinasan yang beragam), Kementerian Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Hukum dan HAM (mencakup formasi Imigrasi dan Pemasyarakatan), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Intelijen Negara (BIN).
Dengan persiapan matang dan semangat integritas, kesempatan untuk bergabung menjadi bagian dari birokrasi yang melayani masyarakat luas menanti di depan mata.

