Chapnews – Nasional – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekali lagi mengukir momen kedekatan yang mendalam dengan rakyatnya. Tidak hanya sekadar berkunjung, Kepala Negara memilih untuk bermalam di tenda pengungsian bersama para korban gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (16/9). Aksi tak terduga ini sontak menjadi sorotan dan menuai pujian atas empati yang ditunjukkan.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu di Dusun Cawalo, Desa Rokirole, Kecamatan Palue, disambut dengan haru dan antusiasme tinggi oleh warga terdampak. Jokowi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung, menyerap aspirasi, serta mendengarkan keluh kesah masyarakat terkait kerusakan hunian dan kebutuhan mendesak pasca-bencana.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi juga meninjau langsung sejumlah infrastruktur dan bangunan yang mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa. Sebagai bentuk dukungan awal, ia secara simbolis menyerahkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Namun, aksi paling menyentuh adalah keputusannya untuk melepas sejenak status kepresidenan dan berbagi malam di tenda pengungsian, layaknya warga biasa yang kehilangan tempat tinggal.
Koordinator Posko Utama Desa Rikorole, Nikodemus W Lowo, mengungkapkan rasa tak percayanya atas kehadiran Presiden. "Saya rasa ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Beliau hadir dan sangat dekat dengan kami, sebuah pengalaman yang luar biasa," tutur Nikodemus, seperti dilansir dari Antara, yang juga dikutip oleh chapnews.id. Perasaan campur aduk antara haru dan bangga terpancar jelas dari raut wajah warga.
Langkah ini bukan kali pertama bagi Presiden Jokowi dalam menunjukkan empati dan kedekatan langsung dengan masyarakat di daerah. Rekam jejaknya mencatat berbagai kunjungan langsung ke pelosok negeri, berinteraksi tanpa sekat, mulai dari Cirebon hingga berbagai wilayah di NTT sebelumnya, menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah rakyat.
Kehadiran Presiden yang memilih bermalam di tenda pengungsian ini diharapkan tidak hanya membawa bantuan material, tetapi juga suntikan semangat dan harapan baru bagi ribuan warga Sikka yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak gempa.

