Ads - After Header

Mengejutkan! Uang Lebaran Tembus Rp148 T Meski Pemudik Turun

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Meskipun jumlah pemudik diperkirakan sedikit menurun, momentum Idul Fitri 1447 H tetap menjadi pendorong vital bagi perekonomian nasional. Perputaran uang selama periode Lebaran tahun ini diproyeksikan mencapai angka fantastis, menembus Rp148 triliun. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, dalam analisis terbarunya.

Sarman menjelaskan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat saat Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini memang sedikit lebih rendah, yakni turun 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Namun, penurunan ini tidak serta-merta mengurangi dampak ekonomi. Dengan asumsi rata-rata satu keluarga terdiri dari empat orang, jumlah pemudik setara dengan 35,97 juta kepala keluarga. Jika setiap keluarga membawa dana sekitar Rp4,125 juta, yang meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya, maka total perputaran uang diperkirakan mencapai Rp148,39 triliun. Bahkan, dalam skenario optimistis, angka ini bisa melonjak hingga Rp161,88 triliun jika rata-rata pengeluaran keluarga mencapai Rp4,5 juta selama periode mudik dan libur Lebaran.

Mengejutkan! Uang Lebaran Tembus Rp148 T Meski Pemudik Turun
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tingginya potensi perputaran uang ini tak lepas dari berbagai stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah. Di sektor transportasi, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk diskon tarif. Insentif ini mencakup potongan hingga 30 persen untuk kereta api dan angkutan laut, diskon tarif tol di beberapa ruas utama, serta potongan tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17-18 persen. Kebijakan diskon penyeberangan, termasuk pembebasan tarif jasa kepelabuhanan, juga turut mendorong mobilitas jutaan penumpang dan kendaraan.

Dari sisi daya beli, pemerintah juga menyuntikkan dana besar melalui pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, dan pensiunan, anggaran THR mencapai sekitar Rp65 triliun, naik 10 persen dari tahun lalu. Sementara itu, THR sektor swasta diperkirakan mencapai Rp124 triliun bagi 26,5 juta pekerja. Tambahan perputaran uang juga datang dari Bonus Hari Raya (BHR) untuk pengemudi ojek online dan kurir, dengan estimasi Rp220 miliar untuk sekitar 850 ribu penerima. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama lima hari di sekitar periode Lebaran juga dinilai efektif dalam mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran mobilitas.

Perputaran uang selama Lebaran ini diprediksi akan tersebar merata, terutama di wilayah padat pemudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Dana tersebut umumnya dialokasikan untuk transportasi, konsumsi, pembelian oleh-oleh, pakaian baru, serta aktivitas sosial seperti pemberian THR, zakat, dan sedekah. Sektor UMKM di berbagai daerah juga diperkirakan akan merasakan dampak positif signifikan, khususnya di bidang kuliner, kerajinan tangan, hingga destinasi wisata lokal, yang pada akhirnya turut menggerakkan roda ekonomi lokal secara keseluruhan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer