Chapnews – Nasional – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup dan kelestarian hutan. Ia secara lugas mengaitkan upaya pelestarian alam dengan perintah agama Islam, menegaskan bahwa tindakan merusak ekosistem adalah perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama.
"Allah SWT melarang kita merusak keseimbangan alam yang telah diciptakan-Nya, termasuk hutan kita," ujar Raja Juli, mengutip keterangannya pada Minggu (8/3). Ia menjelaskan bahwa penciptaan bumi dengan segala ekosistemnya oleh Allah SWT menuntut manusia untuk bertanggung jawab penuh dalam menjaga dan melestarikannya.

Menurut Raja Juli, banyak ayat suci Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang secara eksplisit mewajibkan umat Islam untuk memelihara alam. "Allah berfirman, ‘Wa la tufsidu fil-ardi ba’da ishlahiha,’ yang berarti ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya’," jelasnya. Kerusakan yang dimaksud mencakup berbagai tindakan seperti membuang sampah sembarangan, deforestasi yang tidak terkontrol, hingga pencemaran lingkungan.
Raja Juli memandang jabatannya sebagai Menhut bukan sekadar tugas keduniaan, melainkan sebuah amanah moral dan keagamaan yang harus diemban dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk memastikan setiap kebijakan yang lahir dari Kementerian Kehutanan harus berorientasi pada keberlanjutan dan perlindungan alam. Salah satu mandat utamanya adalah memperbaiki tata kelola kehutanan di Indonesia yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan kompleks.
Sebelumnya, Raja Juli juga pernah mengungkapkan niatnya untuk mengimplementasikan prinsip ekoteologi dalam perumusan kebijakan negara. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam memperbaiki sistem pengelolaan hutan. Ia berjanji akan bekerja keras untuk mencegah terulangnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang sempat melanda beberapa wilayah di Sumatra, yang seringkali disebabkan oleh kerusakan lingkungan dan tata kelola hutan yang buruk.
Dengan pijakan agama yang kuat, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian integral dari keimanan seorang Muslim, sekaligus tanggung jawab kolektif demi keberlangsungan hidup di bumi yang lestari.



