Chapnews.id – Industri energi nasional kembali menunjukkan geliat positif dengan adanya langkah strategis dalam upaya pencarian sumber energi baru. PT Saka Energi Indonesia (SAKA) secara resmi telah memulai operasi pengeboran sumur eksplorasi terbaru yang diberi nama Saka Manpatu-1 (SM-1). Langkah besar ini dilakukan di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur, guna membedah potensi cadangan hidrokarbon yang selama ini menjadi misteri di kawasan tersebut.
Kegiatan pengeboran ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui sumur SM-1, perusahaan bertujuan untuk menguji secara langsung keberadaan serta volume sumber daya minyak dan gas bumi (migas) yang ada di bawah permukaan tanah Kalimantan Timur. Hasil dari pengeboran ini nantinya akan menjadi penentu apakah wilayah Pekawai layak untuk dikembangkan menjadi ladang migas komersial atau tidak.

Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia, Intan Fauzi, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan persiapan teknis telah diselesaikan dengan matang sebelum operasi pengeboran dimulai. Ia menjelaskan bahwa proses ini merupakan hasil dari rangkaian pemeriksaan akhir yang sangat ketat untuk memastikan keamanan dan efisiensi operasional di lapangan.
"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan akhir, SAKA melalui SES (PT Saka Energi Sepinggan) memulai pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu SM-1 di Wilayah Kerja Eksplorasi Pekawai pada 22 September 2026," ujar Intan dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Perlu diketahui bahwa PT Saka Energi Sepinggan bertindak sebagai operator utama di Wilayah Kerja Pekawai. Upaya eksplorasi di kawasan ini bukanlah hal baru bagi SAKA. Perusahaan telah mendedikasikan sumber daya dan teknologi mereka untuk menelusuri potensi di wilayah ini sejak mendapatkan mandat resmi dari pemerintah melalui SKK Migas pada 16 Mei 2018 silam.
Lebih lanjut, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, memberikan penjelasan teknis mengenai alasan di balik pemilihan lokasi pengeboran SM-1. Menurutnya, keputusan untuk melakukan pengeboran ini tidak diambil secara sembarangan, melainkan berdasarkan data ilmiah yang kuat.
"Pengeboran SM-1 ini dilakukan khusus untuk menguji potensi hidrokarbon yang sebelumnya telah kami identifikasi melalui studi geologi dan geofisika yang mendalam," jelas Fuji.
Studi geologi dan geofisika tersebut memberikan indikasi awal adanya keberadaan senyawa hidrokarbon di bawah permukaan bumi di wilayah Pekawai. Dengan adanya pengeboran ini, perusahaan berharap dapat mendapatkan data yang lebih akurat mengenai karakteristik reservoir, ketebalan lapisan migas, serta kualitas minyak atau gas yang terkandung di dalamnya.
Jika hasil pengeboran sumur SM-1 menunjukkan hasil yang positif dan signifikan, hal ini diprediksi akan memberikan kontribusi besar bagi produksi migas nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi global. Masyarakat dan pelaku industri kini tengah menantikan hasil akhir dari operasi pengeboran ini, yang diharapkan dapat membawa kabar baik bagi kedaulatan energi di tanah air.

