Chapnews – Nasional – Polemik ijazah Presiden Jokowi kembali bergulir. Dosen Universitas Gadah Mada (UGM), Kasmudjo, membantah kabar yang menyebut dirinya sebagai dosen pembimbing skripsi Presiden Jokowi. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kasmudjo kepada chapnews.id di kediamannya, Pogung, Mlati, Sleman, DIY, Rabu (14/5) lalu. Ia menegaskan hanya menjadi dosen pembimbing akademik, bukan pembimbing skripsi.
"Saya tidak membimbing skripsinya, tidak mengetahui prosesnya, karena pembimbing skripsinya adalah Prof. Sumitro," tegas Kasmudjo. Ia menambahkan bahwa dirinya bahkan belum pernah melihat ijazah Jokowi. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Jokowi pada Selasa (13/5) yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Uniknya, dalam pertemuan tersebut, isu ijazah sama sekali tidak dibahas.

Namun, pernyataan Kasmudjo dibantah oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta. Sigit memastikan Kasmudjo memang menjadi dosen pembimbing akademik Jokowi. Sigit menjelaskan bahwa Kasmudjo, sebagai asisten ahli sejak 1977, membimbing sejumlah mahasiswa, termasuk Jokowi, selama masa studinya di UGM (1980-1985). "Apakah sejak awal atau di tengah masa studi, masih perlu saya cek kembali," ujar Sigit kepada chapnews.id, Jumat (16/5).
Pernyataan yang saling bertolak belakang ini semakin mengaburkan kejelasan terkait polemik ijazah Jokowi. Hingga saat ini, berbagai upaya hukum terkait keaslian ijazah tersebut masih terus berproses, mulai dari gugatan hingga laporan polisi. Misteri ini pun masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.


