Chapnews.id – Penunjukan Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian oleh Presiden Prabowo Subianto memicu perhatian publik, tidak hanya karena tanggung jawab besar yang ia emban, tetapi juga terkait profil kekayaan pribadinya. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025, sosok yang kini memimpin sektor industri nasional ini memiliki aset yang cukup beragam.
Dalam laporan tersebut, Sarmuji mencatatkan total nilai aset bruto mencapai Rp20,58 miliar. Namun, angka tersebut bukan merupakan kekayaan bersihnya. Hal ini dikarenakan Sarmuji juga memiliki kewajiban atau utang yang tercatat sebesar Rp5,65 miliar. Jika dikalkulasikan, maka total kekayaan bersih milik Menteri Perindustrian tersebut berada di angka Rp14,93 miliar.

Komposisi kekayaan Sarmuji terbagi ke dalam beberapa kategori utama, mulai dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, surat berharga, hingga kas dan setara kas. Dari seluruh aset yang dimiliki, sektor properti atau tanah dan bangunan menjadi penyumbang nilai terbesar dalam portofolio kekayaannya, yakni mencapai Rp10,46 miliar.
Menariknya, aset properti milik Sarmuji tersebar di beberapa lokasi strategis di Pulau Jawa. Ia tercatat memiliki sejumlah tanah dan bangunan yang berlokasi di Surabaya, Sidoarjo, Jakarta Selatan, hingga Kediri. Salah satu aset yang mencolok adalah kepemilikan tanah seluas 27.530 meter persegi di Kota Surabaya yang nilainya mencapai Rp5,89 miliar. Selain itu, ia juga memiliki tanah seluas 364 meter persegi di Surabaya dengan nilai Rp725,21 juta. Berdasarkan catatan laporan, kedua aset tanah di Surabaya tersebut diperoleh melalui mekanisme hibah tanpa akta.
Selain aset berupa tanah, kepemilikan Sarmuji juga mencakup alat transportasi dan mesin yang menambah nilai total hartanya. Keberadaan aset-aset ini menunjukkan profil ekonomi yang cukup mapan sebelum ia resmi mengemban amanah di kabinet pemerintahan saat ini.
Publik kini tengah menyoroti bagaimana transisi peran Sarmuji dari profil profesional menjadi pejabat publik yang akan mengelola kebijakan industri nasional. Laporan LHKPN ini menjadi instrumen penting bagi masyarakat untuk memantau transparansi dan integritas para pejabat negara dalam menjalankan tugasnya.
Dengan total kekayaan bersih hampir menyentuh angka Rp15 miliar, Sarmuji diharapkan mampu fokus menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor manufaktur dan industri dalam negeri tanpa terganggu oleh kepentingan pribadi. Informasi mengenai rincian harta ini menjadi bagian dari keterbukaan informasi publik yang wajib dipenuhi oleh setiap penyelenggara negara di Indonesia. Melansir dari laporan chapnews.id, transparansi aset ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sosok pemimpin baru di Kementerian Perindustrian.

