Ads - After Header

Misteri Ledakan Hebat di Pakuwon City

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Sebuah insiden mengerikan mengguncang kawasan komersial Pakuwon City, Surabaya, setelah sebuah ledakan dahsyat menghancurkan Depot Nasi Tempong Sri Dewi yang terletak di kompleks Ruko San Antonio. Peristiwa yang terjadi pada Selasa pagi tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa bagi warga sekitar dan para pengunjung di kawasan ruko tersebut.

Pihak kepolisian melalui Polrestabes Surabaya kini tengah mendalami penyebab pasti di balik peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim ahli, dugaan kuat mengarah pada kebocoran gas yang berasal dari tiga tabung LPG berkapasitas besar, yakni 50 kilogram.

Misteri Ledakan Hebat di Pakuwon City
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, mengungkapkan bahwa temuan awal ini didasarkan pada pemeriksaan fisik di lokasi serta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di tempat kejadian. Menurutnya, indikasi kebocoran gas menjadi faktor utama yang memicu ledakan tersebut.

"Berdasarkan keterangan para saksi, dugaan kuat kami adalah akibat dari kebocoran gas. Tim di lapangan juga menemukan adanya tiga tabung LPG ukuran 50 kilogram di lokasi, yang terdiri dari dua tabung berwarna oranye dan satu tabung berwarna putih," ujar Luthfie saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, Luthfie menjelaskan bahwa tabung-tabung gas tersebut sendiri tidak meledak secara langsung. Namun, kebocoran yang diduga terjadi pada bagian pipa distribusi gas menyebabkan gas menyebar ke seluruh ruangan. Hal ini menciptakan akumulasi tekanan gas yang sangat tinggi di dalam ruangan tertutup.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, para koki di Depot Nasi Tempong Sri Dewi sedang memulai aktivitas memasak untuk persiapan layanan pelanggan. Namun, sebelum ledakan terjadi, aroma gas yang menyengat sempat tercium oleh para pekerja. Hanya dalam hitungan detik setelah bau gas terdeteksi, ledakan hebat langsung terjadi dan merusak bangunan secara signifikan.

Untuk memastikan tidak adanya unsur terorisme, Tim Gegana dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jawa Timur telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran menyeluruh. Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dyan Vicky Sandi, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada penggunaan bahan peledak atau bom dalam insiden ini.

"Peristiwa ini murni merupakan efek dari ledakan gas. Karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, begitu ada pemicu, maka terjadilah ledakan," jelas Dyan.

Akibat insiden ini, dilaporkan sebanyak lima orang mengalami luka-luka, yang terdiri dari empat pria dan satu wanita. Seluruh korban saat ini telah dievakuasi dan sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab teknis dari kebocoran pipa tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Melansir informasi dari chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer