Chapnews.id – Warga di kawasan pesisir Desa Lubuk Sanai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad yang mengapung di perairan setempat pada Kamis (24/9) pagi. Penemuan mayat yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut sempat memicu kegaduhan di tengah masyarakat setempat yang sedang beraktivitas di sekitar pantai.
Peristiwa ini pertama kali terendus oleh warga sekitar yang sedang melintas di area pesisir. Sekitar pukul 08.20 WIB, laporan mengenai adanya benda mencurigakan yang menyerupai tubuh manusia di permukaan air segera diteruskan kepada pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Kabar tersebut langsung menyebar cepat, membuat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat langsung kejadian tersebut.

Merespons laporan cepat dari masyarakat, tim rescue dari Pos SAR Mukomuko segera bergerak menuju titik koordinat penemuan. Proses evakuasi tidak dilakukan sendirian, mengingat kondisi medan di pesisir pantai yang memerlukan koordinasi intensif. Tim SAR gabungan pun langsung dikerahkan untuk memastikan proses pengangkatan jenazah berjalan aman dan lancar.
Dalam operasi evakuasi ini, Basarnas tidak bekerja sendiri. Mereka bersinergi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari unsur TNI, Kepolisian, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tak ketinggalan, aparat pemerintah daerah serta warga lokal juga turut membantu memberikan dukungan di lapangan guna mempercepat proses pencarian dan pengangkatan jasad dari perairan.
Kepala Basarnas Bengkulu, Muslikun Sodik, mengonfirmasi bahwa timnya telah berhasil mengevakuasi jenazah tersebut dari area perairan Desa Lubuk Sanai. Menurutnya, proses evakuasi berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, meskipun kondisi fisik jenazah saat ditemukan memerlukan penanganan khusus.
"Jenazah yang ditemukan di pesisir pantai tersebut telah berhasil kami evakuasi. Saat ini, jasad sudah kami bawa ke Rumah Sakit Mukomuko untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Muslikun Sodik dalam keterangannya kepada media.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas korban. Belum ada keterangan resmi mengenai jenis kelamin, usia, maupun penyebab kematian orang tersebut. Tim medis di Rumah Sakit Mukomuko diharapkan dapat segera melakukan autopsi atau pemeriksaan medis guna memastikan apakah korban meninggal karena faktor alam, kecelakaan laut, atau adanya unsur tindak pidana.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan segera melaporkan kepada petugas jika memiliki informasi terkait orang hilang yang ciri-cirinya menyerupai jenazah yang ditemukan tersebut. Penemuan ini menjadi pengingat bagi warga pesisir untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan arus laut yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Melansir informasi dari chapnews.id, proses identifikasi kini menjadi prioritas utama pihak berwenang.

