Ads - After Header

Misteri Penganiayaan Aktivis BEM UI

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Dunia aktivisme mahasiswa kembali dikejutkan dengan kabar kekerasan yang menimpa salah satu tokoh penting di lingkungan Universitas Indonesia. Hafidz Hernanda, yang menjabat sebagai Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu malam (4/10). Peristiwa ini memicu kecurigaan besar dari pihak kampus karena adanya indikasi bahwa serangan tersebut bukan sekadar aksi kriminalitas jalanan biasa.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mengungkapkan kronologi mencekam yang dialami rekannya yang akrab disapa Bapis tersebut. Kejadian bermula saat Hafidz tengah dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan agenda konsolidasi di wilayah Tebet. Secara tiba-tiba, ia dihadang dan diserang secara fisik hingga mengalami luka serius. Tidak hanya penganiayaan fisik, korban juga dilaporkan menerima ancaman pembunuhan yang sangat mengancam nyawanya.

Misteri Penganiayaan Aktivis BEM UI
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Teman kami, Bapis, menjadi korban tindak kekerasan, penganiayaan, hingga ancaman pembunuhan oleh orang tak dikenal di Jalan Tebet Barat Dalam IX," ujar Fathimah saat memberikan keterangan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/10). Akibat serangan tersebut, Hafidz harus menderita luka-luka yang cukup parah, mulai dari cedera di bagian kepala, lebam di berbagai bagian tubuh, hingga luka robek di area bibir.

Pihak BEM UI merasa ada yang janggal dalam motif serangan ini. Legal Consultant BEM UI, Adiluhung, menyoroti bahwa pola serangan pelaku tidak menyerupai aksi pembegalan pada umumnya. Ia menjelaskan bahwa setelah pelaku menendang sepeda motor korban hingga terjatuh, mereka justru langsung melakukan pemukulan secara brutal. Yang menarik, pelaku tidak langsung mengincar kendaraan atau barang berharga milik korban.

"Pelaku baru mengambil ponsel milik Bapis setelah pertikaian fisik selesai. Jika tujuannya adalah pembegalan, seharusnya motor atau barang berharga lainnya langsung diambil di awal," tegas Adiluhung. Kejanggalan semakin diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang di lokasi kejadian yang diduga milik pelaku, seperti sarung tangan lateks, lakban hitam, kain putih, hingga korek api.

Lebih lanjut, BEM UI menduga ada keterlibatan lebih dari satu orang dalam aksi pengeroyokan ini. Mengingat profil Hafidz sebagai penggiat demokrasi dan pengorganisir gerakan oposisi, pihak mahasiswa mencurigai adanya motif politis di balik serangan ini. Mereka mengaitkan insiden ini dengan tren meningkatnya tindakan represif terhadap para pejuang demokrasi di tanah air.

Menanggapi hal tersebut, pihak Universitas Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam. Direktur Hubungan Masyarakat UI, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap mahasiswa adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Di sisi lain, Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap dalang di balik aksi pengeroyokan tersebut. Melalui laporan dari chapnews.id, kasus ini kini menjadi perhatian publik terkait keamanan para aktivis di ruang publik.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer