Ads - After Header

Misteri Terkuak! Cincin & Jam Tangan Ungkap Identitas Pelatih Valencia

Ahmad Dewatara

Misteri Terkuak! Cincin & Jam Tangan Ungkap Identitas Pelatih Valencia

Chapnews – Nasional – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi mengumumkan keberhasilan identifikasi jenazah yang ditemukan di perairan Labuan Bajo. Korban dipastikan adalah Fernando Martin Carreras, pelatih tim B wanita Valencia Spanyol, setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mencocokkan data ante mortem dan post mortem, dengan cincin dan jam tangan sebagai petunjuk kunci.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, dalam keterangan tertulis yang diterima chapnews.id pada Minggu (4/1) malam, menjelaskan bahwa proses identifikasi menyeluruh telah rampung. Tim DVI Biddokkes Polda NTT menemukan kesesuaian signifikan antara data sebelum kematian (ante mortem) yang diperoleh dari keluarga dan kedutaan, dengan data setelah kematian (post mortem) hasil pemeriksaan medis forensik. Kesesuaian tersebut meliputi jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus seperti tato, serta properti personal berupa cincin dan jam tangan. Seluruh temuan ini telah dikonfirmasi dan divalidasi oleh pihak keluarga korban.

Misteri Terkuak! Cincin & Jam Tangan Ungkap Identitas Pelatih Valencia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Henry menambahkan, identifikasi dilakukan dengan sangat cermat, berlandaskan prinsip-prinsip ilmiah dan kemanusiaan, serta mengikuti protokol standar Interpol. Meskipun data primer seperti sidik jari tidak dapat dimanfaatkan secara optimal mengingat kondisi jenazah, Tim DVI berhasil memperoleh kecocokan kuat pada serangkaian data sekunder, baik dari karakteristik fisik maupun barang-barang yang melekat pada korban. Sesuai standar DVI Interpol, identifikasi korban dapat dinyatakan terkonfirmasi apabila terdapat kecocokan pada dua atau lebih data sekunder yang kuat, meskipun data primer terbatas.

Saat ini, jenazah Fernando Martin Carreras telah ditempatkan di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo untuk penanganan medis lebih lanjut, sembari menunggu proses koordinasi pemulangan ke negara asalnya bersama pihak keluarga dan perwakilan kedutaan besar Spanyol.

Penemuan jenazah ini terjadi pada Minggu (4/1) pagi sekitar pukul 08.47 WITA. Personel Ditpolairud Polda NTT, yang merupakan bagian dari tim operasi SAR gabungan, berhasil menemukan korban saat melakukan penyisiran menggunakan kapal KPC XXII 2007. Jenazah ditemukan di sekitar Selat Padar, berjarak sekitar 1,13 nautical mile atau dua kilometer dari lokasi perkiraan tenggelamnya kapal wisata KM. Putri Sakina.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fatur Rahman, menyatakan bahwa dengan ditemukannya satu jenazah ini, operasi SAR yang telah berlangsung selama sepuluh hari diperpanjang lagi selama tiga hari, terhitung mulai Senin (5/1) hingga Rabu (7/1). Kini, tersisa dua korban yang masih dinyatakan hilang, keduanya merupakan warga negara asing asal Spanyol.

Sebagai latar belakang, kapal wisata KM. Putri Sakina tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12) malam. Kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari empat Anak Buah Kapal (ABK) dan tujuh penumpang, di antaranya enam warga negara asing asal Spanyol dan satu pemandu wisata warga negara Indonesia. Sesaat setelah insiden, tim gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban selamat, sementara empat orang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Untuk mempermudah pencarian dua korban yang masih hilang, Polri mengerahkan sonar sistem dan drone bawah air.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer