Chapnews – Nasional – Mantan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali turun gelanggang politik praktis setelah sempat absen dari sorotan politik langsung pasca-kepresidenannya pada Oktober 2024. Kembalinya Jokowi ke publik ditandai dengan aksi blusukan ke sejumlah daerah, sebuah gaya khas yang melekat padanya, namun kali ini mengusung misi khusus: memperkuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Provinsi Lampung, yang dikenal sebagai "Gerbang Pulau Sumatra", menjadi destinasi pertama Jokowi dalam rangkaian kegiatannya ini. Ia tiba di sana bersama para relawan dan anggota PSI, memulai agenda yang padat selama tiga hari, dari Jumat (26/6) hingga Minggu (28/6).

Demi PSI dan Kecintaan pada Lampung
Dalam kunjungannya ke Rakorda DPD PSI Kabupaten Mesuji, Lampung, Jumat (26/6) petang, Jokowi secara terang-terangan mengungkapkan motivasi di balik kehadirannya. Mengutip keterangan resmi yang diterima chapnews.id, ia mengaku kecintaannya pada masyarakat Lampung tak pernah luntur. "Untuk apa saya datang ke Provinsi Lampung? Untuk apa saya datang ke Kabupaten Mesuji? Pertama, kecintaan saya kepada masyarakat Lampung tidak luntur, masih tetap," ujarnya.
Namun, tak kalah penting, kehadirannya juga untuk memperkuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI). "Dan yang kedua, yang lebih penting, juga untuk PSI," sambungnya, menegaskan dukungan penuhnya terhadap partai yang diketuai sang putra.
Alasan Lampung Jadi Prioritas Utama
Jokowi menjelaskan, pemilihan Lampung sebagai provinsi pertama bukan tanpa alasan. Hal paling utama, menurutnya, adalah karena PSI di Lampung telah merampungkan hampir seratus persen struktur kepengurusan hingga tingkat desa. Pencapaian ini menjadi tolok ukur yang ia apresiasi tinggi.
"Saya ingin memberikan apresiasi, penghargaan dan penghormatan yang tinggi kepada Ketua Umum, Ketua DPW, Ketua DPD beserta seluruh jajarannya yang telah menyelesaikan struktur partai sampai ke tingkat desa. Yang lain-lain saya lihat masih 60 persen, 40 persen, di sini sudah hampir 100 persen," papar ayah dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ini.
Dalam pesannya, Jokowi menekankan pentingnya menghidupkan dan menggerakkan struktur tersebut. Ia mengingatkan para pengurus untuk senantiasa dekat dengan denyut kehidupan masyarakat, tidak hanya menjelang kontestasi elektoral. "Apa artinya hidup dan bekerja? Artinya Bapak dan Ibu jajaran pengurus harus selalu dekat dengan masyarakat, bukan pas mau Pemilu saja, tapi harian itu harus dekat dengan kehidupan masyarakat," tegasnya.
Ia memberikan contoh konkret, seperti aktif dalam kegiatan sosial takziah, tahlilan, yasinan, hingga menghadiri hajatan warga. "Ada masalah apa di Kabupaten Mesuji, bisa ikut mendampingi dan menyelesaikan," imbuhnya.
Target PSI di Pemilu 2029 dan Atribut dari Kaesang
Selama tiga hari di Lampung, Jokowi dijadwalkan mengunjungi sejumlah daerah seperti Mesuji, Tulangbawang Barat, Pesawaran, Bandar Lampung, hingga Lampung Timur. Dalam kesempatan itu, ia juga menargetkan PSI bisa menembus ambang batas parlemen dan masuk ke DPR pada Pemilu Legislatif 2029 mendatang.
Penampilan Jokowi saat itu menarik perhatian, mengenakan kemeja dan topi putih berlogo PSI. Ia terbang dari Solo, Jawa Tengah, pada Jumat pagi dengan atribut tersebut. Saat ditanya awak media di Bandara Adi Soemarmo, ia mengakui, atribut tersebut merupakan kiriman dari sang putra bungsu, Kaesang Pangarep, yang kini menjabat Ketua Umum PSI. "Ya dikirimi sama Ketum Kaesang, ya saya pakai," katanya singkat.
Selain Lampung, sebagai tahap awal, Jokowi juga disebut akan melanjutkan blusukannya ke Jawa Barat (Jabar) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). "Rundown acaranya sudah dibuat, baik dari relawan, dari PSI, semuanya sudah padat," ungkapnya.
Jokowi menegaskan kehadirannya di acara PSI adalah untuk memberikan motivasi dan arahan strategis bagi kader partai pimpinan Kaesang itu. Ia bertekad memanaskan mesin politik PSI, salah satunya dengan menekankan pentingnya penguatan struktur kepengurusan partai agar segera komplet, sehingga dapat menjelma menjadi kekuatan politik yang signifikan menyongsong Pemilu 2029.


