Chapnews – Nasional – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, akhirnya buka suara terkait namanya yang kini tak lagi tercantum dalam struktur kepengurusan pusat Partai Golkar. Nusron membenarkan bahwa ia telah menyampaikan niatnya untuk mundur dari posisi di kepengurusan kepada Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, bukan sebagai kader partai.
"Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum," ujar Nusron kepada awak media usai menghadiri rapat di kompleks parlemen, Jakarta, pada Senin (21/9). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang mendadak, melainkan hasil pembicaraan panjang.

Saat didesak mengenai alasan di balik pengunduran dirinya dari jabatan di kepengurusan, Nusron memilih bungkam. Ia dengan sopan meminta ruang untuk berlalu, menegaskan haknya atas privasi. "Mas mohon maaf ya, mohon maaf ya, saya punya privasi untuk jalan, boleh enggak saya jalan?" ucapnya seraya bergegas meninggalkan kerumunan wartawan.
Sebelumnya, Nusron Wahid sempat menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian dalam kepengurusan Golkar. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, turut mengonfirmasi mundurnya Nusron. Menurut Sarmuji, Nusron telah menyampaikan pengunduran dirinya langsung kepada Ketua Umum Bahlil Lahadalia sejak lebih dari enam bulan yang lalu.
"Ya mundur. Pak Nusron menyampaikan langsung ke Ketua Umum. Seingat saya lebih enam bulan lalu," kata Sarmuji saat dihubungi pada Minggu (20/9). Sarmuji menambahkan bahwa meskipun mundur dari kepengurusan, Nusron Wahid tetap berstatus sebagai kader Partai Golkar. Namun, sama seperti Nusron, Sarmuji juga tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik keputusan Nusron tersebut, meninggalkan spekulasi di kalangan publik dan internal partai.


