Chapnews – Nasional – Polisi secara resmi menghentikan sistem One Way Nasional di ruas Tol Trans Jawa pada Jumat (20/3) atau H-1 Lebaran. Kebijakan yang sebelumnya berlaku dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung ini dihentikan setelah arus lalu lintas dinilai kembali normal dan terkendali.
Penghentian sistem satu arah ini diumumkan tepat pada pukul 14.22 WIB, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Korlantas Polri. Dengan dihentikannya One Way, lalu lintas dari kedua arah kini telah berangsur normal, memungkinkan pengendara untuk melintas tanpa hambatan kebijakan satu arah.

Korlantas Polri mengimbau para pengendara untuk tetap menjaga jarak aman saat berkendara, memperhatikan batas kecepatan, serta selalu waspada terhadap kondisi jalan. "Utamakan keselamatan. Pastikan saldo e-toll cukup dan patuhi arahan petugas di lapangan," demikian pesan penting dari Korlantas untuk para pemudik.
Sebagai informasi, sistem One Way Nasional ini mulai diberlakukan di Tol Trans Jawa sejak Rabu (18/3), membentang dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga KM 414 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, sebagai upaya mengurai kepadatan arus mudik.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, keputusan penghentian One Way Nasional ini diambil setelah evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan. "Baru saja atas seizin Bapak Kapolri, kami dengan stakeholder melakukan evaluasi One Way Nasional arus mudik. Hari ini kami evaluasi bahwa kondisi arus cukup landai, cukup terkendali," ujar Irjen Agus di Command Center Korlantas Polri Km 29 Tol Cikampek, Jawa Barat.
Ia menambahkan, proses penghentian diawali dengan sosialisasi pada pukul 13.00 WIB, dilanjutkan sterilisasi jalur, hingga akhirnya dinyatakan clear untuk arus normal. "Oleh sebab itu, untuk arus mudik, One Way Nasional sementara kami nyatakan ditutup, pada pukul 14.22 WIB yang lalu. Jadi sekarang kondisi lalin normal di kedua arah," tegas Kakorlantas.
Terkait jalannya arus mudik tahun ini, Kakorlantas menyebut secara umum semuanya cukup terkendali. Meskipun ada peningkatan jumlah kendaraan sebesar 4,62 persen dibandingkan tahun lalu, dari 258 ribu menjadi 270 ribu kendaraan, penanganan arus mudik dinilai berhasil mengelola perbedaan tersebut dengan baik.


