Ads - After Header

Panglima Jilah Hadap Prabowo di Istana, Bahas Darurat Asap!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Presiden Prabowo Subianto hari ini menerima kehadiran Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (28/8) sore sekitar pukul 16.00 WIB ini, disebut-sebut sebagai silaturahmi kenegaraan dengan agenda utama membahas krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap di Kalimantan Barat.

Setibanya di kompleks Istana, Panglima Jilah yang datang langsung dari Kalimantan Barat bersama timnya, menjelaskan kepada awak media bahwa kehadirannya adalah untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo dalam rangka silaturahmi kenegaraan. "Saya dipanggil Bapak (Presiden Prabowo), dalam rangka kenegaraan, silaturahmi kenegaraan," ujarnya, sebagaimana dikutip dari chapnews.id. Ia menambahkan, persoalan karhutla menjadi salah satu agenda utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Panglima Jilah Hadap Prabowo di Istana, Bahas Darurat Asap!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Panglima Jilah mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak karhutla di wilayahnya. Ia berencana menyampaikan beberapa masukan strategis kepada pemerintah, termasuk kebutuhan akan penambahan personel untuk penanganan di lapangan. Meski demikian, Panglima Jilah menilai bahwa tingkat keparahan kebakaran itu sendiri tidak terlalu ekstrem. Namun, ia menyoroti dampak serius dari kabut asap yang ditimbulkannya. "Ya, sebenarnya enggak parah seberapa, cuma kabut itu kan mengganggu sekali ya, terutama untuk anak-anak kecil itu (terganggu) kesehatan, itu saja," jelasnya, menekankan ancaman kesehatan bagi anak-anak.

Kondisi karhutla di Kalimantan Barat memang menjadi sorotan utama. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (23/8) mencatat bahwa luas karhutla di seluruh Indonesia telah mencapai 72.798 hektare. Dari angka tersebut, Kalimantan Barat menduduki peringkat pertama sebagai provinsi dengan area terdampak terluas, yakni mencapai 38.310 hektare. Provinsi lain yang juga mengalami dampak signifikan antara lain Riau dengan 16.249,24 hektare, Kalimantan Selatan 8.019,62 hektare, Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare, Sumatra Selatan 1.926,23 hektare, dan Jambi sekitar 658,29 hektare.

Menanggapi krisis ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengambil langkah konkret dengan mengerahkan tiga satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP 538/V/Brawijaya, Yonif TP 542/V/Brawijaya, dan Yonif TP 839/III/Siliwangi) untuk diperbantukan kepada Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura dalam upaya penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Pertemuan antara Panglima Jilah dan Presiden Prabowo diharapkan dapat menghasilkan strategi yang lebih efektif untuk mengatasi bencana asap yang terus menghantui wilayah tersebut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer