Chapnews – Ekonomi – MNC Sekuritas, entitas di bawah naungan MNC Group yang saham mayoritasnya dipegang oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk, melalui aplikasi MotionTrade-nya, membagikan panduan krusial bagi investor yang tengah menghadapi gejolak pasar modal. Di tengah ketidakpastian akibat tren penurunan harga saham, MotionTrade menawarkan tiga strategi cerdas untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berpotensi meraih keuntungan.
Fenomena pasar modal yang terus merosot, dikenal sebagai kondisi "bearish", seringkali memicu kekhawatiran mendalam di kalangan investor. Fluktuasi harga yang ekstrem memang menciptakan atmosfer ketidakpastian, namun situasi ini bukanlah akhir dari peluang investasi. Justru, bagi investor yang jeli, momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mengevaluasi kembali portofolio dan merumuskan keputusan yang lebih strategis.

Berbagai faktor dapat memicu sentimen bearish, mulai dari kekhawatiran ekonomi global, berita negatif yang menyebar luas, hingga ketidakpastian geopolitik seperti konflik atau pandemi, serta perubahan kebijakan pemerintah yang mendadak. Menyadari tantangan ini, MotionTrade telah merangkum beberapa kiat penting yang dapat diterapkan:
1. Hindari Saham Berfundamental Lemah
Saat badai melanda, penting untuk berpegang pada aset yang memiliki fondasi kuat. Dalam konteks saham, ini berarti melakukan analisis fundamental secara mendalam. Perhatikan laporan keuangan perusahaan, prospek bisnis jangka panjang yang menjanjikan, serta tingkat utang yang sehat. Investasi pada perusahaan dengan fundamental kokoh cenderung lebih resilien dan memiliki potensi untuk bangkit kembali saat pasar pulih.
2. Terapkan Investasi Bertahap (Dollar Cost Averaging)
Strategi ini melibatkan investasi secara rutin dengan nominal yang sama pada setiap periode, tanpa terlalu memedulikan fluktuasi harga pasar. Metode Dollar Cost Averaging (DCA) ini tidak hanya melatih disiplin investasi, tetapi juga efektif mengurangi tingkat stres investor akibat pergerakan pasar yang tidak terduga, karena Anda membeli di berbagai titik harga. Dengan demikian, risiko rata-rata harga beli dapat diminimalisir.
3. Prioritaskan Instrumen yang Lebih Stabil
Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren pelemahan, investor disarankan untuk mempertimbangkan instrumen investasi yang memiliki volatilitas lebih rendah. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Instrumen ini umumnya menawarkan risiko yang lebih rendah dibandingkan saham, menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga likuiditas dan stabilitas nilai investasi di tengah gejolak. RDPU cocok untuk investor yang ingin melindungi modalnya dari penurunan tajam dan tetap memiliki akses mudah ke dana mereka.


