Ads - After Header

Peluang Emas! Emisi PLTP Gunung Salak Jadi Duit Miliaran?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – PLN Indonesia Power (PLN IP) mengambil langkah strategis yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi energi bersih di Indonesia. Melalui penandatanganan amandemen perjanjian penting dengan South Pole AG di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, perusahaan ini bertekad mengkonversi pengurangan emisi dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak menjadi aset karbon yang bernilai ekonomi tinggi. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pengembangan energi panas bumi yang berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang nilai tambah finansial yang signifikan.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya antara PLN IP dan South Pole AG. Penandatanganan "Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA)" untuk proyek "Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia" secara resmi diteken. Perjanjian ini secara spesifik menargetkan peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak, yang secara langsung akan menghasilkan pengurangan emisi gas rumah kaca. Pengurangan emisi inilah yang kemudian akan diubah menjadi aset karbon yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diperdagangkan di pasar karbon global.

Peluang Emas! Emisi PLTP Gunung Salak Jadi Duit Miliaran?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, pada Minggu (6/9/2026), menegaskan bahwa pengembangan aset karbon merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk menciptakan nilai tambah dari operasional pembangkit berbasis energi bersih. "Pengembangan energi baru terbarukan bukan hanya soal menyediakan energi yang lebih bersih, tetapi juga bagaimana setiap potensi pengurangan emisi dapat dikelola menjadi nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Bernadus.

Ia menambahkan, "Melalui pengembangan aset karbon dari PLTP Gunung Salak, kami melihat adanya peluang besar untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di Indonesia." Pemanfaatan potensi pengurangan emisi melalui aset karbon ini, menurut Bernadus, selaras dengan komitmen PLN IP dalam mengoptimalkan pembangkit berbasis energi terbarukan melalui inovasi dan berbagai skema pengembangan yang progresif.

Bernadus juga menekankan potensi besar panas bumi sebagai sumber energi bersih yang andal dan berkelanjutan. "Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya meningkatkan kinerja aset pembangkit, tetapi juga membuka peluang nilai tambah dari aspek lingkungan dan pengurangan emisi," pungkasnya. Langkah ini menandai komitmen kuat PLN IP dalam mendukung transisi energi dan ekonomi hijau nasional, sekaligus menunjukkan bagaimana upaya mitigasi perubahan iklim dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer