Ads - After Header

Pemerintah Pangkas Bea Masuk Pesawat: Tiket Makin Murah?

Ahmad Dewatara

Pemerintah Pangkas Bea Masuk Pesawat: Tiket Makin Murah?

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk merespons kenaikan harga avtur yang membebani industri penerbangan nasional. Melalui kebijakan terbaru, bea masuk untuk suku cadang pesawat kini dipangkas hingga 0%. Insentif ini diharapkan dapat menekan biaya operasional maskapai secara signifikan dan meningkatkan daya saing sektor aviasi di tanah air, demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Langkah ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, beban bea masuk suku cadang pesawat diperkirakan mencapai angka fantastis, sekitar Rp500 miliar setiap tahunnya. Dengan penghapusan bea masuk ini, maskapai penerbangan diharapkan dapat mengalokasikan dana tersebut untuk efisiensi lainnya, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi harga tiket pesawat. "Untuk menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistem industri penerbangan, pemerintah memberikan insentif penurunan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0%. Jadi diharapkan biaya operasional maskapai penerbangan juga dapat ditekan," jelas Airlangga, seperti dikutip chapnews.id.

Pemerintah Pangkas Bea Masuk Pesawat: Tiket Makin Murah?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, Airlangga memaparkan bahwa kebijakan ini juga memiliki potensi besar untuk memperkuat industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di dalam negeri. Dengan tidak adanya bea masuk, biaya perawatan dan perbaikan pesawat akan menjadi lebih rendah, membuat layanan MRO lokal lebih kompetitif dibandingkan penyedia jasa di luar negeri. Ini akan mendorong maskapai untuk melakukan perawatan pesawat di Indonesia, alih-alih membawanya ke luar negeri, sehingga menggerakkan roda ekonomi domestik.

Peningkatan aktivitas MRO domestik ini diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Airlangga memperkirakan kebijakan ini berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi hingga sekitar USD700 juta per tahun. Selain itu, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat mencapai USD1,49 miliar, serta menciptakan lapangan kerja langsung sekitar seribu orang, dan lapangan kerja tidak langsung hingga hampir tiga kali lipatnya. Kebijakan ini diharapkan menjadi angin segar bagi industri penerbangan dan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer