Chapnews – Ekonomi – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pemberdayaan ekonomi mikro di Indonesia. Hingga kini, lembaga ini telah sukses melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh penjuru negeri, mayoritas adalah perempuan prasejahtera yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Keberhasilan PNM tidak sekadar diukur dari besarnya dana yang disalurkan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh para nasabah. Sebuah studi independen yang dilakukan oleh INDEKSTAT pada tahun 2025 mengungkap adanya peningkatan signifikan pada pendapatan bersih nasabah. Rata-rata pendapatan mereka melonjak dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau kenaikan sekitar Rp875 ribu. Selain itu, kapabilitas pengembangan usaha nasabah juga menunjukkan peningkatan impresif hampir 29 persen, membuktikan efektivitas kombinasi pembiayaan dan pendampingan yang diberikan.

PNM menerapkan pendekatan holistik yang memadukan akses permodalan, pendampingan usaha intensif, serta penguatan karakter. Strategi ini dirancang untuk menciptakan transformasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar memberikan pinjaman sesaat.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan komitmen lembaganya dalam menciptakan dampak yang langgeng. "Misi utama kami bukan hanya menyediakan modal, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan yang meningkatkan kualitas hidup nasabah dan keluarga mereka. Kami hadir sebagai sahabat pemberdayaan, mendampingi perempuan prasejahtera untuk tumbuh dan berdaya," ujarnya, menekankan bahwa PNM lebih dari sekadar lembaga pembiayaan.
Jangkauan layanan PNM kini mencakup 36 provinsi, didukung oleh 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar. Lebih dari 43 ribu Account Officer (AO) secara langsung mendampingi dan membimbing nasabah di lapangan, memastikan dukungan yang personal dan efektif.
Ke depan, PNM bertekad untuk terus memperluas jangkauan dan memperdalam dampak pemberdayaan. Tujuannya adalah agar semakin banyak perempuan prasejahtera yang dapat ‘naik kelas,’ membangun usaha yang lebih kokoh, dan pada akhirnya mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera. Untuk informasi terkini dan berita terbaru, ikuti terus kanal WhatsApp chapnews.id.

