Chapnews – Ekonomi – Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal tengah menghantui sektor industri otomotif di Indonesia. Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, mengungkapkan adanya potensi PHK terhadap sekitar 7.000 buruh di pabrik komponen otomotif asal Jepang yang berlokasi di Jawa Timur. Kondisi genting ini dipicu oleh rencana relokasi basis produksi dua perusahaan besar tersebut ke Vietnam.
"Potensi PHK juga sangat mungkin terjadi di dua perusahaan otomotif di Jawa Timur," ujar Said Iqbal saat ditemui usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Hotel Arcici, Jakarta Pusat. Pernyataan ini menyoroti seriusnya kondisi ketenagakerjaan di tengah persaingan industri global yang semakin ketat.

Menyikapi persoalan krusial ini, Said Iqbal mengaku telah berkoordinasi dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Tujuannya adalah mencari solusi komprehensif atas ancaman PHK yang berpotensi melumpuhkan ribuan keluarga pekerja. Dari komunikasi tersebut, Dasco Ahmad menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan antara pihak pemerintah, perwakilan perusahaan, dan serikat buruh.
"Tadi saya berbisik dengan Bang Dasco, mohon kami dibantu bertemu dengan Menteri Perindustrian minggu depan. Akan diatur pertemuan dengan Menteri Perindustrian, dipanggil pengusahanya, dipanggil serikat buruhnya," jelas Said Iqbal, mengutip pembicaraannya dengan Dasco. Meski demikian, Said Iqbal masih enggan menyebutkan identitas pasti kedua perusahaan tersebut. Ia hanya memberikan inisial "PT J" dan "PT S", mengingat proses negosiasi antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja masih berlangsung intensif, bahkan telah berjalan hampir setahun.


