Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Dinamika pasar modal Indonesia kembali menyajikan fenomena menarik. Di tengah euforia penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil melesat 2,78 persen ke level 6.409,654, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru mencatat adanya 10 saham yang mengalami tekanan jual hebat, menyebabkan penurunan harga paling signifikan selama periode perdagangan sepekan, yakni dari tanggal 3 hingga 7 Agustus 2026.
Sejumlah emiten dari berbagai sektor harus menghadapi gelombang koreksi, berbanding terbalik dengan kinerja IHSG yang menunjukkan tren positif. Penurunan harga saham ini menjadi sorotan utama bagi para investor yang memantau pergerakan pasar.

Menurut data statistik resmi BEI yang dirilis pada Sabtu (8/8/2026), posisi puncak dalam daftar "top 10 losers" pekan ini diduduki oleh PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Saham perusahaan ini terjun bebas hingga 35,23 persen, dengan harga anjlok dari Rp880 menjadi Rp570 per lembar. Koreksi tajam ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemegang saham BACH.
Sementara itu, di antara jajaran saham yang tertekan, PT Hatten Bali Tbk (WINE) tercatat sebagai emiten dengan pelemahan paling "moderat", meskipun tetap masuk dalam daftar top losers. Saham WINE menyusut 9,27 persen, dari posisi pekan sebelumnya sebesar Rp151 menjadi Rp137 per lembar.
Daftar lengkap 10 saham yang masuk jajaran top losers sepekan ini menjadi indikator penting bagi investor untuk mencermati risiko dan potensi volatilitas di pasar saham. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor spesifik di balik tekanan jual yang dialami masing-masing emiten tersebut.

