Chapnews – Nasional – Kobaran api dahsyat melahap sebuah rumah dekorasi di Jalan Pajak Raya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu petang, 1 Februari 2026. Insiden ini dengan cepat merembet ke deretan ruko penjual tekstil yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Jurangmangu Timur, memicu kepanikan massal di kalangan warga sekitar.
Pemandangan mengerikan terlihat jelas dari kejauhan, di mana gumpalan asap hitam pekat membubung tinggi ke langit, diiringi jilatan api yang melalap bangunan. Beberapa kali, suara ledakan keras terdengar dari pusat kebakaran, menambah ketegangan dan misteri di lokasi kejadian. Penyebab pasti ledakan tersebut masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang.

Omay Komarudin, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan, mengungkapkan dugaan awal bahwa api pertama kali berkobar dari sebuah rumah dekorasi. "Dugaan sementara kebakaran berawal dari rumah dekorasi, kemudian merambat ke toko bahan pakaian tekstil," jelas Omay di lokasi kejadian, Minggu (1/2).
Setidaknya empat bangunan dilaporkan hangus akibat insiden ini. Melimpahnya material dekorasi dan bahan tekstil yang mudah terbakar di kedua jenis usaha tersebut menjadi pemicu utama cepatnya api membesar, diperparah oleh tiupan angin kencang yang berembus di area sekitar.
Mengenai suara ledakan yang sempat menggegerkan warga, Omay menyatakan pihaknya masih mendalami penyebabnya. "Belum diketahui sumber ledakan, apakah dari tabung gas atau sumber lain. Masih kami selidiki," imbuhnya.
Proses pemadaman api tidak berjalan mulus. Petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala serius akibat kerumunan warga yang memadati lokasi. "Kendala utama adalah banyaknya massa yang datang dan sulit diajak bekerja sama, sehingga menyulitkan proses pemadaman," keluh Omay.
Total 29 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi penjinakan api raksasa ini, melibatkan 10 unit dari Damkar Tangerang Selatan, 15 unit bantuan dari Kota Tangerang, dan 4 unit dari DKI Jakarta. Berkat upaya keras tim gabungan, Omay mengonfirmasi, "Alhamdulillah, saat ini titik api sudah mulai melandai."
Tragisnya, tiga orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden ini. Satu di antaranya mengalami sesak napas akibat menghirup asap pekat, sementara dua lainnya menderita luka ringan. Syukurlah, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga berita ini diturunkan.
Hingga pukul 21.30 WIB, tim Damkar masih berjibaku melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa. Ratusan warga tetap memadati area sekitar, menyaksikan langsung upaya heroik petugas dalam menuntaskan penanganan bencana ini.



