Chapnews – Nasional – Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menegaskan bahwa doktrin pertahanan semesta yang diimplementasikan oleh Presiden Prabowo Subianto tetap menjadi pilar penting dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berubah. Menurutnya, konsep pertahanan yang digagas oleh Jenderal AH Nasution tersebut masih sangat relevan untuk menjawab tantangan perang modern.
Said Abdullah menjelaskan bahwa esensi dari sistem pertahanan semesta adalah melibatkan seluruh elemen bangsa dan sumber daya nasional dalam upaya pertahanan. TNI dan Polri berperan sebagai garda terdepan pertahanan dan keamanan negara, yang didukung oleh partisipasi aktif masyarakat yang terlatih dalam bela negara.

Langkah-langkah yang diambil Prabowo dalam memperkuat struktur pertahanan, seperti pembentukan enam Kodam baru, puluhan komando di matra laut dan udara, serta penambahan pasukan khusus, merupakan bukti konkret dari komitmen untuk membangun kekuatan TNI. Upaya ini, menurut Said, harus diimbangi dengan penguatan industri pertahanan dalam negeri guna memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri.
"Kita memiliki PT PAL yang mampu memproduksi kapal perang, dan PT Pindad yang menghasilkan tank, senapan tempur, serta artileri berat," ujarnya. Ia juga menyoroti proyek pengembangan pesawat tempur bersama Korea Selatan, KAI KF 21 Boramae, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara.
Said Abdullah menekankan bahwa DPR akan terus mendukung kebutuhan anggaran TNI untuk mencapai Minimum Essential Force (MEF). Meskipun mengakui bahwa alokasi anggaran pertahanan Indonesia masih perlu ditingkatkan, ia optimis bahwa penguatan akan terus dilakukan seiring dengan perbaikan kondisi fiskal negara. "Global Firepower 2025 menempatkan Indonesia di urutan 29 dunia, di bawah Singapura. Ini tentu belum ideal, tapi akan terus kita perkuat sejalan dengan penyehatan fiskal," tegasnya.



