Ads - After Header

Prabowo Gebrak BUMN: Anak Cucu Perusahaan Wajib Ramping!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi penting terkait efisiensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (9/8/2026), Prabowo secara tegas meminta agar struktur anak dan cucu perusahaan BUMN dirampingkan. Arahan ini menandakan fokus pemerintah pada tata kelola BUMN yang lebih efektif dan efisien, sebagaimana informasi yang dibagikan melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.

Langkah perampingan ini diperkirakan bertujuan untuk memangkas birokrasi yang berlebihan, meningkatkan kelincahan operasional, serta mengoptimalkan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah. Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam pertemuan strategis tersebut, termasuk Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Alius Mantiri, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo Gebrak BUMN: Anak Cucu Perusahaan Wajib Ramping!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Selain membahas restrukturisasi BUMN, rapat tersebut juga menjadi forum bagi Dirut Pertamina, Simon Alius Mantiri, untuk melaporkan kemajuan signifikan Program Mandatori Biodiesel 50 (B50). Program ambisius ini, yang diluncurkan Presiden Prabowo pada 9 Juli 2026 dan mulai berlaku efektif sejak 1 Juli 2026, menempatkan Indonesia sebagai negara pelopor dalam pemanfaatan energi terbarukan.

Indonesia kini tercatat sebagai negara pertama di dunia yang berhasil menerapkan pencampuran bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit sebesar 50% dengan 50% solar. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam upaya kemandirian energi nasional dan pengurangan emisi karbon.

"Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 (Biodiesel 50 persen) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu serta kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori Bioetanol oleh Pemerintah," demikian kutipan dari keterangan resmi @sekretariat.kabinet yang dikutip chapnews.id pada Senin (10/8/2026). Laporan tersebut juga menyoroti kesiapan infrastruktur untuk program mandatori Bioetanol di masa mendatang, menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer