Chapnews – Nasional – Jakarta – Spekulasi mengenai perombakan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto semakin santer terdengar. Namun, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa isu tersebut masih sebatas gosip belaka dan belum ada niat konkret dari Presiden untuk melakukan reshuffle dalam waktu dekat.
"Sejauh ini belum ada, makanya kalau ada isu ya, namanya isu atau gosip ya," ujar Prasetyo Hadi di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1), seperti dikutip dari chapnews.id. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat membendung derasnya arus spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Prasetyo Hadi juga menekankan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden senantiasa melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja para menteri setiap harinya. "Nah bilamana kemudian Bapak Presiden misalnya merasa perlu melakukan perbaikan atau perlu melakukan pergantian, ya itu sepenuhnya beliau yang tahu," jelasnya.
Spekulasi perombakan kabinet ini turut dipicu oleh kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang sebelumnya diisi oleh Thomas Djiwandono, setelah ia resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat memberikan sinyal bahwa pengganti Thomas akan dilantik pada bulan Februari. "Saya dengar Februari lah," kata Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1). Meskipun demikian, Purbaya mengaku tidak mengetahui tanggal pasti pelantikan tersebut, termasuk isu tanggal 8 Februari. Ia juga memastikan bahwa Kementerian Keuangan akan tetap memiliki dua Wakil Menteri.
"Cukup dua maksimal, kalau kurang bagus," pungkasnya, mengindikasikan bahwa struktur dua Wamenkeu dianggap optimal untuk Kemenkeu. Dengan demikian, bola panas reshuffle kabinet kini sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, yang terus memantau kinerja jajarannya.



