Ads - After Header

Produksi Rokok Anjlok! Bukan Downtrading?

Ahmad Dewatara

Produksi Rokok Anjlok! Bukan Downtrading?

Chapnews – Ekonomi – Direktur Jenderal Bea dan Cukai (Dirjen Bea Cukai) Kementerian Keuangan, Askolani, memberikan klarifikasi terkait penurunan produksi rokok yang mencapai 4,2% hingga Maret 2025. Beredar kabar bahwa penurunan ini disebabkan oleh fenomena downtrading, namun Askolani membantahnya. Ia menjelaskan bahwa penurunan tersebut merupakan akumulasi dari beberapa faktor.

"Sampai bulan Maret ini, produksi rokok turun 4,2%. Penurunan ini terutama terjadi pada golongan I yang anjlok 10%, namun golongan II naik 1,3%, dan golongan III naik 7%," ungkap Askolani dalam keterangannya, Kamis (1/5/2025).

Produksi Rokok Anjlok! Bukan Downtrading?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Askolani menekankan bahwa penurunan produksi bukan semata-mata akibat pergeseran konsumen ke produk rokok yang lebih murah (downtrading). Menurutnya, daya beli masyarakat dan kebijakan kesehatan juga turut berperan signifikan. "Penurunan 4,2% ini bukan sepenuhnya dampak downtrading; ini dampak dari daya beli, ini dampak kebijakan kesehatan," tegasnya.

Lebih lanjut, Askolani menyatakan bahwa Bea Cukai terus melakukan evaluasi komprehensif, tidak hanya terpaku pada isu downtrading. "Sehingga ini menjadi review bukan hanya downtrading; pengawasan pita cukai juga intens tiap tahun untuk mengawasi dan mengatasi rokok ilegal di Indonesia, baik dalam maupun luar," tambahnya.

Sebagai informasi, downtrading rokok mengacu pada peralihan konsumen dari rokok golongan I (dengan cukai tertinggi) ke golongan II dan III (dengan cukai lebih rendah). Fenomena ini biasanya dipicu oleh melemahnya daya beli akibat tekanan ekonomi, di tengah kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) setiap tahunnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer