Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen serius untuk menggenjot Proyek Abadi Masela di Laut Arafura, sebuah megaproyek gas yang telah terkatung-katung selama puluhan tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara langsung menyampaikan dorongan ini kepada CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, dalam pertemuan di Tokyo, Jepang, pada Minggu (15/3/2026) lalu.
Dalam diskusi strategis tersebut, Bahlil mendesak agar proyek gas raksasa dengan estimasi investasi mencapai USD 20 miliar atau setara Rp 339 triliun ini segera memasuki fase keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID). Menurut Bahlil, akselerasi proyek ini sangat vital mengingat Lapangan Abadi Masela berperan strategis sebagai sumber pasokan gas utama bagi industri nasional, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Kemajuan proyek saat ini tercatat sekitar 25 persen. Pemerintah menargetkan tahap Front End Engineering and Design (FEED) dapat dimulai pada kuartal II atau paling lambat kuartal III tahun 2026, sehingga proses tender Engineering Procurement Construction (EPC) bisa berjalan secara paralel. "Kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini sudah 27 tahun tertunda," tegas Bahlil dalam keterangan resmi yang diterima chapnews.id, Senin (16/3/2026).
Untuk memastikan kepastian investasi dan pasar, pemerintah bahkan menawarkan skema pembelian gas dari Lapangan Abadi oleh Danantara, apabila hingga akhir April 2026 belum ada pembeli yang menyerap produksi gas tersebut. Langkah proaktif ini diambil untuk memberikan jaminan pasar bagi proyek, mendukung kebutuhan gas domestik, serta program hilirisasi industri. Lapangan Abadi sendiri diproyeksikan mampu memproduksi hingga 9 juta ton gas per tahun (9 MTPA).
Menyambut baik dukungan pemerintah Indonesia, Takayuki Ueda dari Inpex menyatakan apresiasinya. Ia menegaskan kembali komitmen perusahaannya untuk mempercepat realisasi pengembangan lapangan gas tersebut. "Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat untuk mempercepat penyelesaian Proyek Abadi," pungkas Ueda, menunjukkan optimisme terhadap masa depan Masela.



