Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa strategi Work From Anywhere (WFA) telah menunjukkan efektivitas signifikan dalam mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini dinilai berhasil mendistribusikan pergerakan masyarakat, sehingga puncak kepadatan lalu lintas dapat diminimalisir.
Menhub Dudy memaparkan, implementasi WFA berhasil menekan tingkat kepadatan lalu lintas pada puncak arus mudik hingga 17,94 persen. Tak hanya itu, pada puncak arus balik pun terjadi penurunan kepadatan sebesar 10,57 persen. Fleksibilitas jam kerja yang ditawarkan WFA memungkinkan masyarakat untuk tidak lagi berbondong-bondong melakukan perjalanan pada waktu yang sama, sehingga distribusi pergerakan menjadi lebih merata.

"Pengaturan mobilitas yang didukung oleh kebijakan WFA ini secara nyata mampu mendistribusikan pergerakan masyarakat menjadi lebih merata. Dampaknya, beban lalu lintas pada periode puncak dapat diminimalisir secara signifikan," terang Dudy saat memberikan keterangan di Gedung DPR RI, Senin (13/4/2026).
Keberhasilan dalam mengelola arus mudik Lebaran 2026 tidak hanya bergantung pada WFA. Dudy menambahkan, sejumlah kebijakan pendukung lainnya turut berperan krusial. Ini meliputi rekayasa lalu lintas yang adaptif, pembatasan operasional angkutan barang, serta pengaktifan posko terpadu di lokasi-lokasi strategis. Kolaborasi erat antar kementerian dan lembaga juga menjadi faktor penentu dalam memperkuat efektivitas pengaturan transportasi sepanjang musim Lebaran.
Lebih lanjut, data yang dirilis oleh Korlantas Polri mengindikasikan adanya perbaikan signifikan dalam aspek keselamatan. Selama periode Angkutan Lebaran 2026, angka kecelakaan lalu lintas tercatat menurun sebesar 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Yang lebih menggembirakan, jumlah korban meninggal dunia atau fatalitas berhasil ditekan secara drastis hingga 31,19 persen, menunjukkan dampak positif dari keseluruhan upaya yang dilakukan pemerintah.


