Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kabar gembira datang dari sektor keuangan negara. Pemerintah Republik Indonesia baru saja menerima suntikan dana segar sebesar Rp11,4 triliun yang berhasil dihimpun oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut baik penerimaan ini, menyebutnya sebagai "keuntungan mendadak" yang akan sangat membantu memperkuat posisi fiskal dan menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Berbicara kepada awak media di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (10/4/2026), Purbaya mengungkapkan rasa senangnya atas perolehan dana tersebut. "Tambahan pendapatan dari PKH ini ibarat windfall profit bagi pemerintah, yang secara signifikan akan membuat anggaran kita menjadi lebih sehat dan lebih tangguh," jelas Purbaya, seperti dikutip dari chapnews.id.

Purbaya merinci bahwa dana hasil penertiban ini memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai kebutuhan fiskal. Selain berperan vital dalam menutup celah defisit APBN, dana tersebut juga dapat dialokasikan untuk membiayai berbagai program pembangunan pemerintah yang sebelumnya mungkin mengalami pemotongan atau masih membutuhkan dukungan finansial tambahan.
"Tentu saja, dana ini bisa digunakan untuk menambal defisit. Atau, sebagian besar mungkin bisa dialihkan untuk program-program pembangunan yang sempat tertunda, termasuk untuk lembaga seperti Kejaksaan, pembangunan sekolah, dan sebagian kecil juga untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)," papar Purbaya, memberikan gambaran prioritas penggunaan dana.
Lebih lanjut, Purbaya juga memberikan sinyal positif mengenai prospek penerimaan negara di masa mendatang. Ia menyebutkan bahwa masih ada potensi besar untuk mendapatkan tambahan penerimaan dari hasil penegakan hukum lainnya, seperti penertiban underinvoicing yang sedang gencar dilakukan oleh Kementerian Keuangan.
"Dalam pipeline kami, saya melihat masih akan ada banyak lagi potensi penerimaan. Ini baru dari Satgas PKH; ke depannya akan ada penertiban underinvoicing dan berbagai upaya lain. Jumlahnya bisa sangat signifikan, karena kami berkomitmen untuk menegakkan hukum secara adil dan benar. Jadi, anggaran negara kita akan tetap aman," pungkasnya, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal melalui penegakan hukum.


