Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Industri pertahanan Indonesia mendapatkan angin segar dengan menggandeng Qatar dalam proyek strategis senilai 2,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp37,95 triliun. Investasi besar ini akan difokuskan untuk memodernisasi sistem pertahanan Indonesia, dengan dukungan pembiayaan dan transfer teknologi dari Qatar.
Penandatanganan kesepakatan penting ini dilakukan oleh Group CEO Barzan Holdings, Eng. Mohamed Al Sadah, dan Founder Republikorp, Norman Joesoef, dengan disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Qatar, Sheikh Saud Al Thani. Kemitraan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor pertahanan.

Kerangka kerja sama yang disepakati mencakup pembaruan dan peningkatan signifikan pada sistem pertahanan maritim dan darat Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat keamanan nasional dan menjaga kedaulatan wilayah.
Norman Joesoef menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya transaksi bisnis semata, tetapi juga langkah strategis untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Qatar. "Kemitraan ini lebih dari sekadar akuisisi perangkat keras; ini adalah bukti nyata dari hubungan bilateral yang semakin kuat antara Indonesia dan Qatar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Dukungan finansial dan transfer teknologi dari Barzan Holdings akan menjadi katalisator penting dalam mempercepat pengembangan teknologi industri pertahanan nasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keunggulan teknologi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga keamanan negara.


