Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Revolusi pembayaran digital di Indonesia semakin tak terbendung. Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan signifikan dalam adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS, dengan volume transaksi yang menembus angka fantastis 15 miliar hingga Juli 2026. Tak hanya itu, jumlah pengguna QRIS kini telah mencapai 67 juta jiwa, menandakan penetrasi yang luas di masyarakat. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menggarisbawahi pencapaian impresif ini.
Dalam pernyataannya yang dikutip chapnews.id pada Minggu (6/9/2026), Filianingsih mengungkapkan, "Kita lihat transaksi sampai dengan bulan Juli 2026 itu sudah (volume transaksi) mencapai 15 miliar." Angka ini merefleksikan kecepatan dan efisiensi yang ditawarkan QRIS dalam memfasilitasi berbagai transaksi keuangan, dari skala mikro hingga makro, di seluruh pelosok negeri. Pertumbuhan yang eksponensial ini menunjukkan kepercayaan publik dan pelaku usaha terhadap kemudahan serta keamanan sistem pembayaran berbasis kode QR ini.

Pertumbuhan masif ini tak lepas dari perluasan ekosistem merchant atau pedagang yang menerima pembayaran QRIS. Tercatat, sebanyak 45 juta unit usaha kini telah mengadopsi standar pembayaran digital ini, mulai dari UMKM hingga korporasi besar. Filianingsih bahkan menganalogikan jangkauan merchant QRIS ini, "Lalu merchant pedagangnya yang menerima QRIS itu sudah 45 juta ya. Ini lebih besar daripada penduduk tetangga ya," ujarnya, menunjukkan betapa meratanya QRIS telah menyentuh berbagai sektor ekonomi dan menjadikannya tulang punggung transaksi non-tunai.
Di sisi pengguna, animo masyarakat terhadap kemudahan QRIS juga sangat tinggi, dengan 67 juta individu aktif memanfaatkan layanan ini untuk berbagai keperluan transaksi sehari-hari. Ekosistem pembayaran digital yang kokoh ini didukung oleh infrastruktur yang mumpuni, melibatkan 96 bank, 60 lembaga non-bank, serta 4 penyedia layanan switching yang memastikan kelancaran setiap transaksi. "Dan penggunanya juga sudah 67 juta ya termasuk tadi ya teman-teman juga ya 67 juta. Dan ini terus meningkat," tambah Fili, optimis terhadap prospek ke depan dalam mencapai inklusi keuangan yang lebih luas.
Tak berhenti di pasar domestik, Filianingsih juga menyoroti ekspansi QRIS ke kancah internasional melalui fitur transaksi lintas negara atau cross-border. Inisiatif ini membuka peluang baru bagi wisatawan dan pelaku usaha untuk bertransaksi dengan lebih mudah dan efisien di berbagai negara yang telah menjalin kerja sama, semakin memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran digital global dan mendukung konektivitas ekonomi antarnegara.


