Ads - After Header

Rahasia di Balik Penolakan Damai Ridwan Kamil!

Ahmad Dewatara

Rahasia di Balik Penolakan Damai Ridwan Kamil!

Chapnews – Nasional – Eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), menolak tawaran damai dari selebgram Lisa Mariana dalam mediasi di Bareskrim Polri. Pengacara RK, Muslim Jaya, mengungkapkan alasan di balik penolakan tersebut kepada wartawan di Bareskrim, Selasa (23/9). Menurutnya, dugaan fitnah yang dilakukan Lisa telah menimbulkan dampak serius, merusak keharmonisan rumah tangga RK dan istrinya, Atalia Praratya. "Ini sangat merugikan Pak Ridwan Kamil, nama baik beliau hancur, dan rumah tangganya terganggu," tegas Muslim.

Demi penegakan hukum dan efek jera, Muslim menegaskan proses hukum akan berlanjut. Ia berharap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim segera melakukan gelar perkara atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan Lisa. "Publik perlu tahu, ini baru awal. Perkara ini akan dituntaskan untuk menciptakan kepastian hukum," tambahnya.

Rahasia di Balik Penolakan Damai Ridwan Kamil!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sementara itu, kuasa hukum Lisa, John Boy Nababan, membenarkan mediasi berakhir buntu. Tidak ada kesepakatan damai tercapai, dan laporan dari RK tetap berlanjut di Bareskrim. "Mediasi deadlock, tidak ada perdamaian. Kita serahkan semuanya ke Bareskrim," ujar John.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah melakukan tes DNA terhadap RK dan anak Lisa Mariana, CA. Hasilnya menunjukkan tidak ada kecocokan DNA antara RK dan CA. Meskipun demikian, Lisa tetap meyakini RK sebagai ayah biologis anaknya dan mengaku syok dengan hasil tes tersebut. Kasus ini pun masih terus bergulir dan menanti proses hukum selanjutnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer