Ads - After Header

Rahasia Dokter PPDS! Kasus Pemerkosaan Belum Dilimpahkan

Ahmad Dewatara

Rahasia Dokter PPDS! Kasus Pemerkosaan Belum Dilimpahkan

Chapnews – Nasional – Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan Priguna Anugerah Pratama, dokter mahasiswa PPDS Anestesi di RSHS Bandung, masih bergulir di Polda Jabar. Hingga kini, berkas perkara belum dilimpahkan ke Kejaksaan. Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, menyatakan penyidikan belum rampung atau belum dinyatakan P21. "Nunggu P21," ujarnya singkat melalui pesan singkat, Senin (2/6).

Meskipun Surawan memastikan jumlah saksi yang diperiksa sudah cukup, penyidik masih menunggu hasil laboratorium. "Kita masih menunggu hasil pemeriksaan DNA, hasil swab pulabfor, untuk pembuktian secara ilmiah," jelasnya. Hasil uji forensik ini dinilai krusial untuk memperkuat konstruksi kasus.

Rahasia Dokter PPDS! Kasus Pemerkosaan Belum Dilimpahkan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Peristiwa dugaan pemerkosaan ini terjadi pada awal Maret 2024. Korban, seorang keluarga pasien yang sedang menunggu ayahnya, diajak Priguna dengan alasan pengecekan atau transfusi darah. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, sebelumnya menjelaskan kronologi kejadian. Priguna membawa korban dari IGD ke gedung MCHC lantai 7, meminta korban tak ditemani adiknya, lalu menyuruh korban berganti pakaian operasi sebelum membiusnya dengan suntikan. Korban baru sadar sekitar pukul 04.00 WIB dan merasakan sakit pada alat vitalnya. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Priguna sendiri telah diamankan pada 23 Maret 2024. Proses hukum kini masih menunggu kelengkapan berkas perkara untuk dapat dilimpahkan ke Kejaksaan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer