Chapnews – Ekonomi – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan komitmen kuat Indonesia dan Jepang dalam kerja sama investasi. Kemitraan strategis ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan penguatan ekonomi Indonesia. Bukti nyata kolaborasi tersebut terlihat dari surplus neraca perdagangan Indonesia-Jepang yang mencapai USD 5,74 miliar. Lebih lanjut, Jepang berada di posisi keenam sebagai investor asing terbesar di Indonesia dengan total investasi USD 3,46 miliar yang tersebar di lebih dari 12.800 proyek strategis, meliputi sektor transportasi, mesin, elektronik, dan industri kimia.
Dalam pertemuan bilateral dengan State Minister for Foreign Affairs Jepang, Fujii Hisayuki, Airlangga juga membahas strategi menghadapi kebijakan tarif Amerika Serikat. Indonesia tertarik pada pendekatan komprehensif Jepang dalam menangani hal ini, dianggap selaras dengan strategi Indonesia dalam negosiasi perdagangan bilateral dengan AS, termasuk isu tarif dan hambatan non-tarif. Keduanya sepakat untuk terus menjaga ketahanan rantai pasok di kawasan Asia-Pasifik. "Penting bagi Indonesia dan Jepang untuk terus mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan tarif dan menjaga stabilitas ekonomi di kawasan Asia-Pasifik," tegas Airlangga dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025). Pertemuan ini menjadi bukti nyata bagaimana kedua negara berupaya memperkuat hubungan ekonomi dan menghadapi tantangan global secara bersama-sama.



