Ads - After Header

Rahasia Tambang Bawah Tanah: Aman & Ramah Lingkungan!

Ahmad Dewatara

Rahasia Tambang Bawah Tanah: Aman & Ramah Lingkungan!

Chapnews – Ekonomi – Industri pertambangan nasional kini menyoroti metode backfilling mining sebagai pendekatan revolusioner dalam penambangan bawah tanah. Diklaim mampu mengutamakan keselamatan kerja sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, teknik ini menawarkan solusi minim pembukaan lahan di permukaan, memastikan hutan dan ekosistem alami tetap terjaga.

Prosesnya melibatkan penambangan bijih mineral secara bertahap, diikuti dengan pengisian kembali rongga-rongga bekas tambang atau yang dikenal sebagai backfilling. Material pengisi yang digunakan adalah tailing atau sisa hasil pengolahan yang telah melalui serangkaian treatment ketat, memastikan kesesuaian dengan standar baku mutu lingkungan.

Rahasia Tambang Bawah Tanah: Aman & Ramah Lingkungan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penerapan metode backfilling di Indonesia telah berlangsung sejak tahun 2015. Pendekatan ini didukung oleh teknologi pengolahan modern, termasuk fasilitas khusus untuk mengolah sulfur, demi menjamin tailing aman bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Sebelum dimanfaatkan, material backfill dicampur dengan semen. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas, sekaligus mencegah potensi rembesan ke tanah dan air tanah.

Muhammad Toha, Ketua Bidang Hilirisasi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), menegaskan bahwa metode ini bukan sekadar upaya mengisi lubang bekas tambang. "Metode backfill ini diadopsi di dalam negeri sejak 2015 dan memang terbukti ramah lingkungan," ujar Toha di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Ia menambahkan bahwa perubahan paradigma pengelolaan limbah pertambangan ini merupakan buah dari kebijakan hilirisasi. "Dulu, pengelolaan limbah seperti tailing, slag, dan waste di dalam negeri belum terpikirkan. Namun, sejak adanya kebijakan hilirisasi, muncullah gagasan untuk mengelola sisa hasil pengolahan tersebut secara lebih bertanggung jawab," jelasnya, yang kemudian mendorong adopsi backfilling oleh industri pertambangan nasional.

Konsep Kerja Backfilling Mining

Secara konseptual, metode backfilling bekerja dengan mengambil material mineral yang memiliki nilai ekonomis, sementara material non-ekonomis diubah menjadi bahan pengisi. Setelah area penambangan selesai dieksploitasi, rongga tersebut akan ditutup, kemudian dilanjutkan dengan proses reklamasi dan revegetasi. Tujuan utamanya adalah mengembalikan kondisi area tambang semirip mungkin dengan kondisi awal, memastikan bahwa material tailing yang dikembalikan memungkinkan proses reklamasi berjalan sukses dan tanaman dapat tumbuh secara normal.

"Di China, hasilnya sangat positif dan memuaskan, tanaman tumbuh dengan baik dan tidak ada isu signifikan terkait lingkungan," ungkap Toha, merujuk pada keberhasilan implementasi metode ini di negara tersebut.

Namun, Toha mengingatkan bahwa tidak semua jenis limbah tambang bisa serta-merta digunakan sebagai material pengisi. Material waste yang akan dipakai wajib memenuhi standar baku mutu yang ketat, meliputi pH netral (antara 7 hingga 9), lolos uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP), serta memenuhi ambang batas uji tingkat radioaktivitas yang ditetapkan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer