Ads - After Header

Ratusan Kapal Vietnam Serbu Natuna! Nelayan Menjerit

Ahmad Dewatara

Ratusan Kapal Vietnam Serbu Natuna! Nelayan Menjerit

Chapnews – Nasional – Kekhawatiran mendalam tengah menyelimuti nelayan Natuna, Kepulauan Riau. Ratusan kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam dilaporkan beroperasi secara bebas di Laut Natuna Utara, menggunakan pukat trawl—alat tangkap yang merusak lingkungan dan dilarang di Indonesia. Kejadian ini membuat para nelayan semakin resah dan mendesak pemerintah untuk bertindak tegas.

Hengki Aboi, salah satu nelayan Natuna, mengungkapkan keprihatinannya. Bukan hanya puluhan, melainkan ratusan kapal Vietnam yang seenaknya menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia. Ia pun mempertanyakan kinerja pengawasan laut, mengingatkan bahwa kapal-kapal pengawas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) tak cukup hanya berlabuh di pelabuhan. "Itu bukan puluhan, ratusan kapal Vietnam. Pemerintah harus memperketat penjagaan, jangan cuma kapal sandar di pelabuhan, tapi kerjanya enggak ada," tegas Hengki kepada chapnews.id, Jumat (25/4).

Ratusan Kapal Vietnam Serbu Natuna! Nelayan Menjerit
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Akibat ulah KIA Vietnam ini, hasil tangkapan nelayan lokal anjlok drastis. Hengki membandingkan situasi saat ini dengan masa kepemimpinan Menteri KKP Susi Pudjiastuti, di mana keamanan laut Natuna terjaga dan hasil tangkapan melimpah. "Sekarang, pulang sepuluh hari kerja, hasilnya cuma sedikit, bahkan untuk makan saja susah. Kami berharap keamanan laut seperti zaman Menteri Susi dulu," keluhnya.

Senada dengan Hengki, Distrawandi, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau, juga menyoroti maraknya aktivitas penangkapan ikan ilegal tersebut. Meskipun PSDKP dan Bakamla sempat menangkap dua KIA Vietnam pada 14 April lalu, kenyataannya ratusan kapal lain masih bebas beroperasi. Ia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan patroli rutin di Laut Natuna Utara. "Kami berharap peran pemerintah dan penegak hukum lebih gesit dan giat lagi untuk menangkap kapal-kapal tersebut," ujarnya kepada chapnews.id, Jumat (25/4).

Distrawandi menambahkan, HNSI Kepri terus menerima keluhan dari nelayan Natuna terkait aktivitas KIA Vietnam yang semakin meresahkan. Selain itu, para nelayan juga mengaku pernah melihat kapal perang asing berlalu-lalang di perairan tersebut. Situasi ini tentu saja menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran yang mendalam di kalangan nelayan Natuna.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer