Chapnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat struktur finansial dan tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dua perusahaan strategis milik ibu kota, yakni Bank Jakarta dan PAM Jaya, direncanakan akan segera melantai di bursa saham melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya modernisasi perusahaan daerah agar lebih kompetitif di pasar modal.
Meski rencana penawaran saham ke publik ini tengah digodok, muncul kekhawatiran mengenai potensi pergeseran kendali perusahaan. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan jaminan tegas bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap memegang kendali penuh atas kedua BUMD tersebut. Pramono memastikan bahwa status Pemprov DKI sebagai pemegang saham mayoritas tidak akan berubah, meskipun sebagian saham nantinya dimiliki oleh masyarakat luas dan investor.

"Untuk rencana IPO Bank Jakarta maupun PAM Jaya, posisi DKI harus tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Kami ingin memastikan bahwa keterlibatan investor publik tidak akan menggerus kewenangan pemerintah dalam mengambil keputusan," ujar Pramono dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari chapnews.id.
Pramono menjelaskan bahwa strategi ini bukan sekadar mencari pendanaan tambahan, melainkan juga untuk meningkatkan transparansi dan profesionalisme pengelolaan perusahaan. Namun, ia menekankan bahwa kepentingan publik harus tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin ada celah bagi pihak swasta untuk mendikte arah kebijakan perusahaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Untuk mengunci komitmen tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana memperkuat payung hukum melalui penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang baru. Perda ini nantinya akan mengatur secara spesifik mengenai batasan kepemilikan saham dan hak suara, sehingga kewenangan strategis tetap berada di tangan pemerintah daerah. Dengan adanya regulasi yang kuat, risiko pengalihan kendali pengelolaan kepada pihak eksternal dapat diminimalisir sejak dini.
Dua BUMD ini memiliki peran yang sangat vital bagi stabilitas Jakarta. Bank Jakarta diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi melalui layanan perbankan yang lebih luas dan modern. Di sisi lain, PAM Jaya memegang tanggung jawab krusial dalam memastikan ketersediaan serta distribusi air bersih yang merata bagi seluruh warga Jakarta.
Melalui skema IPO ini, diharapkan kedua perusahaan tersebut mendapatkan suntikan modal segar untuk melakukan ekspansi layanan dan peningkatan infrastruktur. Dengan modal yang lebih kuat, Bank Jakarta dapat memperluas jangkauan kreditnya, sementara PAM Jaya dapat mempercepat pembangunan jaringan pipa air bersih di berbagai titik wilayah ibu kota. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara keuntungan komersial dan pelayanan publik yang optimal.

