Ads - After Header

RI Rugi Jutaan Barel! Blok Migas Mangkrak Bikin Geram

Ahmad Dewatara

RI Rugi Jutaan Barel! Blok Migas Mangkrak Bikin Geram

Chapnews – Ekonomi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan kekesalannya terhadap sejumlah wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) yang izinnya telah terbit namun tak kunjung beroperasi. Kondisi ini, menurutnya, merugikan negara hingga 7.000 barel minyak per hari dan menghambat pencapaian target produksi nasional.

"Masih banyak blok-blok yang bisa kita kerjakan, tetapi pemegang izinnya sudah lama memegang tapi tidak beroperasi. Ini bisa meningkatkan produksi sekitar 5.000 hingga 7.000 barel per hari, khususnya di sekitar Natuna," tegas Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (17/5/2025). Kehilangan produksi minyak mentah dalam jumlah signifikan ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi upaya pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan energi.

RI Rugi Jutaan Barel! Blok Migas Mangkrak Bikin Geram
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk mengatasi masalah ini, Bahlil telah mengajukan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin blok migas yang mangkrak tersebut. Ia berharap agar blok-blok yang tak aktif dapat segera dialihkan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain yang lebih berkompeten dan siap beroperasi.

"Kami mohon izin dan arahan Bapak Presiden. Jika Bapak Presiden berkenan, kami akan mengevaluasi izin-izin ini untuk dikembalikan kepada KKKS lain yang mampu meningkatkan lifting, demi mencapai kedaulatan energi sesuai arahan Bapak Presiden," jelas Bahlil.

Langkah ini didukung oleh payung hukum yang telah disiapkan Kementerian ESDM. Keputusan Menteri ESDM Nomor 110.K/MG.01/MEM.M/2024 tentang Pedoman Pengembalian Bagian Wilayah Kerja Potensial yang Tidak Diusahakan telah mengatur kriteria blok migas yang dianggap terlantar. Kriteria tersebut meliputi: lapangan produksi yang tak beroperasi selama dua tahun berturut-turut; Plan of Development (POD) selain POD pertama yang tak dikerjakan selama dua tahun; dan struktur dengan status discovery pada Wilayah Kerja (WK) eksploitasi yang tak ditindaklanjuti selama tiga tahun berturut-turut. Dengan regulasi ini, diharapkan proses pengalihan izin dapat berjalan lebih terstruktur dan efektif.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer