Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto memberikan jaminan penuh atas kredibilitas Indonesia di mata dunia terkait pengelolaan keuangan. Dalam forum internasional, Prabowo menegaskan Indonesia memiliki rekam jejak yang solid dalam menunaikan setiap kewajiban finansialnya.
Prabowo menyampaikan, sepanjang sejarah Republik Indonesia, tidak pernah sekalipun negara ini mengalami gagal bayar utang. Menurutnya, setiap pergantian rezim pemerintahan selalu menunjukkan komitmen untuk menghormati dan melanjutkan kewajiban yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya.

"Dalam sejarah kami, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak satu kali pun. Rezim yang baru selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden demi presiden akan selalu menghormati kewajiban utang dari pemerintahan sebelumnya," kata Prabowo saat berpidato di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Prabowo menekankan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia dirancang secara cermat dan berbasis data yang akurat. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan disiplin fiskal negara. Presiden menilai pendekatan yang terukur ini adalah kunci dari ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
"Kebijakan kami telah dan akan selalu dirancang secara tepat," tegas Presiden.
Prabowo menjelaskan bahwa stabilitas nasional yang menjadi landasan kebijakan ekonomi bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Stabilitas ini terwujud berkat pilihan konsisten Indonesia untuk mengedepankan persatuan, kolaborasi, dan hubungan yang bersahabat, dibandingkan dengan konfrontasi.
"Kredibilitas kami, yang dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun, terus kami jaga. Kredibilitas yang hilang sangat mahal untuk dipulihkan," ucap Prabowo.
Prabowo juga menegaskan bahwa disiplin dalam kebijakan dan kesinambungan tata kelola ekonomi adalah fondasi bagi Indonesia untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan menjaga kepercayaan dari para investor global.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa stabilitas keamanan global adalah prasyarat mutlak untuk mencapai kesejahteraan. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada negara yang mampu membangun ekonomi di tengah konflik dan ketidakstabilan.
"Sejarah mengajarkan kita perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," tegasnya.


