Chapnews – Ekonomi –
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sikap tegas pemerintah dalam upaya pembersihan internal di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pernyataan ini muncul menyusul penetapan sejumlah oknum pegawai Bea Cukai dan Pajak sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang kini terlihat mengenakan "rompi oranye" khas lembaga antirasuah tersebut. Purbaya menyebut kejadian ini sebagai "shock therapy" dan peringatan keras bagi seluruh jajarannya.

Berbicara usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Purbaya tidak menampik bahwa penangkapan ini merupakan momentum krusial. "Bagus enggak rompinya? Hahaha. Enggak, itu shock therapy untuk pegawai pajak dan bea cukai, untuk lebih fokus lagi ke depan menjalankan tugasnya. Saya pikir enggak apa-apa itu, tempatnya juga sama, ada hal yang sama," ujar Purbaya, dikutip dari chapnews.id. Ia menekankan bahwa tindakan hukum ini harus menjadi pengingat bagi para pegawai untuk kembali memprioritaskan integritas dalam menjalankan tugas negara.
Langkah Purbaya tidak berhenti pada pembiaran proses hukum semata. Ia memastikan bahwa proses reorganisasi dan rekonsolidasi internal terus berjalan secara masif. Setelah sebelumnya melakukan mutasi besar-besaran di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang melibatkan puluhan pegawai, Purbaya mengonfirmasi bahwa sore ini giliran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang akan menghadapi perombakan signifikan.
"Bea Cukai kan kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang pegawai. Jadi, berapa puluh pegawai pajak pun saya akan putar," tegas Purbaya, mengindikasikan bahwa restrukturisasi organisasi akan terus berlanjut sebagai respons terhadap kasus-kasus korupsi yang terungkap. Komitmen Kemenkeu untuk memberantas praktik korupsi di internalnya tampak semakin kuat dengan langkah-langkah konkret ini.


