Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sepanjang periode libur panjang Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026. Kewaspadaan ini ditingkatkan menyusul potensi peningkatan gejolak di pasar keuangan global yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa meskipun aktivitas pasar keuangan di dalam negeri akan libur, pergerakan nilai tukar Rupiah di pasar luar negeri tetap berlangsung aktif. Situasi ini, menurutnya, menuntut pengawasan yang cermat dari otoritas moneter.

Dalam keterangan resminya yang diterima chapnews.id pada Kamis (19/3/2026), Destry menegaskan, “Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas Rupiah sepanjang libur Lebaran 2026.”
Destry lebih lanjut menggarisbawahi bahwa fluktuasi di pasar internasional memiliki potensi untuk memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional, terutama saat aktivitas perdagangan domestik kembali dibuka pasca-libur panjang. Meskipun pasar keuangan lokal tidak beroperasi, perdagangan Rupiah di pasar global tetap berjalan dan setiap pergerakannya dapat memengaruhi prospek ekonomi Indonesia.
Untuk menghadapi potensi perluasan konflik di Timur Tengah dan dampaknya, BI berkomitmen kuat untuk terus memperkokoh ketahanan eksternal perekonomian. Hal ini akan dilakukan melalui pemanfaatan optimal berbagai instrumen kebijakan moneter yang dimiliki.


