Ads - After Header

Rupiah Menggila! Dolar AS Terkapar Akibat Ini

Ahmad Dewatara

Rupiah Menggila! Dolar AS Terkapar Akibat Ini

Chapnews – Ekonomi – Mata uang Garuda menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. Rupiah berhasil menguat signifikan sebesar 46 poin atau setara 0,27 persen, menembus level Rp16.722 per dolar Amerika Serikat. Penguatan ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar global yang penuh gejolak.

Menurut pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, lonjakan penguatan rupiah ini tidak terlepas dari sejumlah sentimen eksternal yang memengaruhi pergerakan pasar. Salah satunya adalah kembali memanasnya ketegangan perdagangan global, di mana kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump kembali menjadi momok yang mengganggu stabilitas pasar keuangan dan secara langsung menekan performa Dolar AS.

Rupiah Menggila! Dolar AS Terkapar Akibat Ini
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Eskalasi perang dagang, yang kini melibatkan AS dan Korea Selatan, telah menciptakan riak di pasar keuangan," ungkap Ibrahim dalam analisisnya yang diterima chapnews.id. Ia menjelaskan, ancaman Presiden Trump untuk mengenakan tarif sebesar 25% terhadap produk-produk dari Seoul menjadi pemicu utama pelemahan nilai tukar Dolar AS. Di samping itu, kekhawatiran akan potensi penutupan pemerintahan AS kembali mencuat, mengingat tenggat waktu pendanaan yang jatuh pada 30 Januari, menambah tekanan pada mata uang Paman Sam.

Lebih lanjut, pernyataan Trump pada hari Selasa mengenai penunjukan calon Ketua Federal Reserve pengganti Jerome Powell, serta indikasi penurunan suku bunga di bawah kepemimpinan baru, turut memengaruhi sentimen pasar. Perselisihan antara Trump dan The Fed ini, yang menimbulkan kekhawatiran akan independensi bank sentral di tengah intervensi politik, secara tidak langsung memberikan dukungan bagi aset safe haven seperti emas.

Sementara itu, dari ranah geopolitik, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Laporan kedatangan kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln beserta armada pengiringnya di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik. Pihak berwenang Iran sendiri telah menegaskan akan adanya respons balasan jika AS mengambil langkah militer, menambah daftar ketidakpastian global yang memengaruhi pergerakan mata uang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer