Ads - After Header

Rupiah Terjun Bebas! Konflik Iran-AS Ancam Ekonomi Global?

Ahmad Dewatara

Rupiah Terjun Bebas! Konflik Iran-AS Ancam Ekonomi Global?

Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah signifikan pada akhir perdagangan Kamis (5/2/2026). Mata uang Garuda tergelincir 65 poin atau sekitar 0,39 persen, mencapai level Rp16.842 per dolar AS, dipicu oleh sentimen eksternal yang kompleks dan ketidakpastian geopolitik.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, melalui risetnya yang diterima chapnews.id, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah ini salah satunya didorong oleh ketidakpastian seputar pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Awalnya, ada kekhawatiran bahwa pertemuan yang dijadwalkan pada hari Jumat bisa gagal. Namun, kemudian hari itu, para pejabat dari kedua belah pihak mengonfirmasi bahwa pembicaraan akan tetap berlangsung, meskipun topik yang akan dibahas belum disepakati secara penuh.

Rupiah Terjun Bebas! Konflik Iran-AS Ancam Ekonomi Global?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan yang fundamental. Iran menyatakan kesediaannya untuk membahas program nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, dengan negara-negara Barat. Sementara itu, AS ingin memperluas cakupan diskusi dengan memasukkan isu rudal balistik Iran, dukungan Teheran terhadap kelompok proksi bersenjata di Timur Tengah, serta perlakuan terhadap rakyatnya sendiri. Kekhawatiran pasar semakin meningkat dengan potensi ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran, yang bisa memicu konfrontasi lebih luas di wilayah kaya minyak tersebut. Konflik semacam itu berpotensi mengganggu produksi minyak Iran dan ekspor dari produsen Teluk lainnya, menciptakan volatilitas di pasar global.

Di sisi lain, pasar juga mencermati percakapan positif antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Trump mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan telepon yang "sangat baik" dengan mitranya dari China. Ia juga mengumumkan rencana perjalanannya ke China pada bulan April. Dalam diskusi tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu penting, termasuk perdagangan, kerja sama militer, situasi Taiwan, perang Rusia/Ukraina, isu Iran, serta komitmen China untuk pembelian minyak dan gas dari AS. Sentimen positif dari dialog kedua negara adidaya ini sedikit meredakan ketegangan, namun belum cukup untuk menopang laju rupiah dari tekanan sentimen Timur Tengah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer