Ads - After Header

Sawah di Bekasi Terancam Kekeringan Parah

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Krisis air mulai menghantui sektor pertanian di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sebanyak 600 hektare lahan persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, kini tengah menghadapi ancaman kekeringan serius. Kondisi minimnya pasokan air ini diprediksi akan terus berlangsung hingga September 2026 mendatang, yang berpotensi mengganggu stabilitas produksi pangan di wilayah tersebut.

Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bergerak cepat melakukan langkah mitigasi. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah melalui program pompanisasi. Petugas di lapangan telah mengoperasikan tiga unit pompa besar yang berfungsi untuk menyedot air dari SP Kiwing guna dialirkan langsung ke area persawahan yang terdampak kekeringan.

Sawah di Bekasi Terancam Kekeringan Parah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Proses distribusi air ini dilakukan dengan menggunakan tiga jalur selang panjang agar air dapat menjangkau titik-titik lahan yang paling membutuhkan. Langkah teknis ini diambil agar para petani tidak kehilangan momentum untuk mengolah lahan mereka.

Plt Kepala BBWS Citarum, Abdul Ghoni Majdi, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Menurutnya, penanganan terhadap fenomena kekeringan ini harus dilakukan dengan cara yang cepat, tepat, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama para petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

"Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret," tegas Abdul dalam keterangan resminya, Senin (28/9/2026).

Selain mengandalkan sumber air dari Kali Kuwing, BBWS Citarum juga telah menyiapkan strategi tambahan dengan mengerahkan mobile pump atau pompa bergerak. Pompa ini memiliki kapasitas yang sangat besar, yakni mencapai 500 liter per detik (lps), yang ditujukan untuk mengambil air langsung dari Sungai Citarum.

Upaya penguatan infrastruktur air ini semakin masif dengan adanya bantuan tambahan dari BBWS Cilicis. Sebanyak dua unit mobile pump tambahan dengan kapasitas masing-masing 80 lps telah dikerahkan ke lokasi. Penambahan armada pompa ini diharapkan dapat mempercepat proses pengaliran air dari Sungai Citarum menuju hamparan sawah yang sedang mengalami krisis air.

Pihak BBWS Citarum berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif di lapangan guna memastikan kebutuhan air untuk pertanian tetap terpenuhi. Koordinasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta jajaran pengelola sumber daya air terus diperkuat guna mengantisipasi dampak buruk yang lebih luas akibat keterbatasan air ini. Dengan adanya intervensi teknologi pompa ini, diharapkan para petani dapat kembali melanjutkan musim tanam mereka meskipun di tengah tantangan iklim yang sulit.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer