Chapnews – Ekonomi – Industri kelapa sawit terbukti menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Data terbaru menunjukkan industri ini menyerap tenaga kerja hingga 16,5 juta orang dan berkontribusi besar pada penerimaan negara. Hal ini disampaikan Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Faturohman, yang menekankan fase ekspansi PTPN Group pasca restrukturisasi akhir 2023. Ia menyebut PalmCo sebagai tulang punggung PTPN Group, berkontribusi 70% terhadap pendapatan total perusahaan. "PalmCo mengelola sekitar 618 ribu hektare kebun inti, menjadikannya salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia," ujar Faturohman di Jakarta, Senin (7/7/2025).
Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III, Denaldy, menambahkan fokus perusahaan pada peningkatan Return on Assets (ROA) hingga 7,5% pada 2029, merespon tantangan Presiden untuk pengelolaan aset yang lebih baik. Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan upaya menjaga produktivitas dan efisiensi di tengah gejolak pasar global. PalmCo mencatatkan produktivitas CPO 4,6 ton per hektare.

Jatmiko juga memaparkan percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang ditargetkan mencapai 60.000 hektare tahun ini. Digitalisasi menjadi kunci strategi PalmCo, dengan implementasi AI, IoT, dan sistem dashboard berbasis data real-time, termasuk "PalmCo Business Cockpit" untuk memantau perkebunan secara langsung. Komitmen PalmCo terhadap hilirisasi energi terbarukan seperti biodiesel dan pemanfaatan limbah juga ditekankan. "Akselerasi PSR untuk memaksimalkan produksi, dan membangun hilirisasi untuk swasembada energi, dua hal ini yang akan selalu kita kedepankan," tegas Jatmiko, menekankan komitmen industri sawit Indonesia yang berdampak dan berkelanjutan.



