Chapnews.id – Kabar mengenai potensi pelemahan sektor industri manufaktur di Indonesia akhirnya mendapat klarifikasi tegas dari pemerintah. Menteri Perindustrian, Sarmuji, menegaskan bahwa kondisi industri pengolahan nasional saat ini tidak sedang mengalami penyusutan atau kontraksi, melainkan justru tengah berada dalam fase ekspansi yang cukup solid.
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran publik dan pelaku pasar yang sempat meragukan ketahanan sektor manufaktur domestik. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sektor industri pengolahan menunjukkan performa yang konsisten berada di zona pertumbuhan positif. Bahkan, hingga memasuki kuartal II-2026, laju pertumbuhan sektor ini tercatat mampu melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Sarmuji menjelaskan bahwa indikator-indikator kunci dalam survei manufaktur menunjukkan angka yang optimis. Menurutnya, kepercayaan para pelaku usaha di lapangan masih sangat terjaga, yang tercermin dari aktivitas produksi yang terus berjalan stabil.
"Jika kita melihat hasil survei manufaktur, levelnya berada di atas angka 50 persen. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) juga berada di kisaran 53 persen. Angka ini secara teknis menunjukkan bahwa industri kita sedang dalam level ekspansi, bukan kontraksi seperti yang dikhawatirkan oleh sebagian pihak," ungkap Sarmuji saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Lebih lanjut, Sarmuji memaparkan bahwa ketahanan sektor manufaktur ini menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan output manufaktur yang secara konsisten lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan masih menjadi mesin penggerak ekonomi yang sangat efektif.
Data hingga paruh pertama tahun 2026 memperlihatkan tren yang serupa, di mana sektor industri mampu memberikan kontribusi pertumbuhan yang sedikit di atas rata-rata ekonomi nasional. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi para investor dan pelaku usaha bahwa prospek ekonomi ke depan masih cukup menjanjikan.
Meskipun sempat muncul sentimen negatif di pasar domestik yang mengarah pada isu pelemahan aktivitas produksi, Kemenperin memastikan bahwa fundamental industri nasional tetap kuat. Optimisme ini diharapkan dapat meredam spekulasi liar yang dapat mengganggu iklim investasi di tanah air. Dengan pertumbuhan yang melampaui laju ekonomi nasional, pemerintah optimistis sektor manufaktur akan terus menjadi tulang punggung dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.


