Chapnews – Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menggodok wacana penambahan durasi jam perdagangan saham. Rencana yang disebut-sebut akan menambah waktu trading sekitar 30 menit ini, menurut Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi, masih dalam tahap kajian mendalam dan belum memiliki jadwal implementasi yang pasti.
Iding Pardi menjelaskan, kajian ini dilakukan dengan cermat, menilik praktik serupa di sejumlah bursa atau exchange global yang telah lebih dahulu mengimplementasikan perpanjangan jam perdagangan. "Kita akan tambah tetapi mungkin hanya sedikit, apa menambah 30 menit, masih dalam kajian," ungkap Iding saat ditemui awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Jumat (18/9/2026).

Kendati demikian, Iding memberikan perspektif penting terkait potensi dampak kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa penambahan durasi jam perdagangan tidak serta-merta menjamin peningkatan likuiditas pasar secara signifikan. Hasil pengamatan BEI terhadap bursa lain menunjukkan, meskipun jam trading diperpanjang, aktivitas transaksi cenderung tetap terkonsentrasi pada periode waktu tertentu. "Kan ada beberapa exchange yang menambah jam perdagangan, cuma ternyata tidak menambah likuiditas," pungkasnya, memberikan gambaran realistis terhadap ekspektasi pasar.


