Chapnews – Nasional – Dampak gempa bumi yang mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Selasa lalu, semakin terlihat jelas dengan bertambahnya jumlah kerusakan dan korban. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa sebanyak 2.319 unit rumah warga mengalami kerusakan signifikan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 tersebut.
Kepala BPBD Sigi, Henri Kusuma, menjelaskan bahwa data ini merupakan hasil pemutakhiran dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) hingga Jumat (19/6). "Berdasarkan pemutakhiran data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), total 2.319 rumah mengalami kerusakan," ungkap Henri di Sigi. Ia merinci, dari jumlah tersebut, 1.966 unit dikategorikan rusak ringan, 219 unit rusak sedang, dan 134 unit lainnya mengalami rusak berat.

Selain kerusakan infrastruktur, jumlah korban terdampak dan luka-luka juga mengalami peningkatan. Henri menambahkan, total warga yang terdampak bencana ini mencapai 8.586 jiwa dari 2.762 kepala keluarga. "Kami juga mencatat 17 orang mengalami luka berat dan 108 orang luka ringan, serta tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat insiden ini," jelas Henri.
Wilayah terdampak gempa bumi ini meliputi 42 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, antara lain Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan, dan Gumbasa. Desa-desa yang mengalami dampak terparah, lanjutnya, adalah Uneni, Tongoa, Kamarora A, Kamarora B, dan Sintuwu.
Tak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga mengalami kerusakan. Henri merinci, kantor pemerintahan, 16 masjid, 63 gereja, 37 sekolah, dan lima puskesmas turut terdampak gempa. "Data-data ini terus kami perbarui setiap hari dan dilaporkan secara berkala kepada Pemerintah Kabupaten Sigi," tegas Henri.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya melaporkan bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parigi Moutong (Parimo), Donggala, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.


