Chapnews – Ekonomi – Nama Agustina Wilujeng Pramestuti, Wali Kota Semarang, kini menjadi sorotan publik setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap dugaan keterlibatannya dalam pusaran kasus korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). JPU menyebut Agustina diduga menitipkan tiga nama pengusaha dalam proyek yang kini bergulir di meja hijau.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 6 Januari 2026, JPU membeberkan bahwa Agustina, yang saat itu menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI dan merupakan mitra kerja Kemendikbudristek, sempat bertemu dengan Nadiem Anwar Makarim dan Hamid Muhammad. Pertemuan yang membahas pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tahun 2021 ini disebut berlangsung di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, antara Agustus 2020 hingga April 2021, yakni sebelum dan sesudah proses penganggaran DIPA.

Menurut JPU, dalam pertemuan tersebut, Agustina secara eksplisit menanyakan, "Apakah teman-teman saya bisa bekerja?" Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh Nadiem Anwar Makarim yang mengarahkan, "Untuk hal teknis agar dibicarakan kepada Hamid Muhammad." Indikasi penyerahan nama pengusaha ini menjadi salah satu poin krusial dalam dakwaan jaksa.
Kasus ini sendiri berawal dari proses pengadaan laptop Chromebook yang dinilai janggal. JPU mengungkapkan bahwa kebutuhan laptop Chromebook pada tahun 2021 mencapai 431.730 unit, dengan rincian 189.165 unit dari DIPA dan 242.565 unit dari DAK. Ironisnya, pengadaan masif ini dilakukan tanpa adanya kajian pembentukan harga satu unit laptop Chromebook, yang berpotensi merugikan keuangan negara secara signifikan.
Pengungkapan ini tentu menambah daftar panjang dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah. Keterlibatan seorang pejabat publik sekelas Wali Kota Semarang dalam pusaran kasus korupsi ini menjadi perhatian serius. Hingga berita ini diturunkan oleh chapnews.id, proses hukum masih terus berjalan, dan publik menanti kejelasan lebih lanjut mengenai peran serta kekayaan Agustina Wilujeng Pramestuti yang kini menjadi perbincangan.



