Ads - After Header

Skandal Rampok Uang Negara! Nasib Politikus Ini Bikin Geleng Kepala!

Ahmad Dewatara

Skandal Rampok Uang Negara! Nasib Politikus Ini Bikin Geleng Kepala!

Chapnews – Nasional – PDI Perjuangan resmi mendepak Wahyudin Moridu dari keanggotaan partai. Keputusan tegas ini menyusul viralnya video yang memperlihatkan Wahyudin, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, menyatakan niatnya untuk merampok uang negara. Surat Keputusan (SK) pemecatan yang dikeluarkan Sabtu (20/9) menyatakan Wahyudin telah melanggar disiplin partai dengan tindakan yang mencoreng nama baik, kehormatan, dan citra PDI Perjuangan.

Video yang beredar luas di media sosial TikTok, melalui akun @Waikilrakyatdotco, menampilkan pernyataan Wahyudin yang dinilai sangat kontroversial dan menimbulkan dampak negatif di masyarakat. Pernyataan tersebut dianggap mencederai citra partai yang selama ini dikenal menjunjung tinggi integritas dan moralitas. Situasi semakin peka mengingat sensitivitas publik terhadap isu penyalahgunaan kekuasaan dan uang negara saat ini sangat tinggi.

Skandal Rampok Uang Negara! Nasib Politikus Ini Bikin Geleng Kepala!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam SK yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, PDIP memutuskan memberikan sanksi terberat berupa pemecatan. Selain itu, Wahyudin dilarang keras melakukan kegiatan dan menduduki jabatan apapun yang mengatasnamakan PDI Perjuangan. Partai juga menegaskan bahwa tindakan Wahyudin merupakan tanggung jawab pribadi dan sama sekali tidak mencerminkan sikap resmi partai.

Video berdurasi 1 menit 5 detik itu memperlihatkan Wahyudin, diduga dalam pengaruh minuman keras, secara gamblang menyatakan niatnya untuk merampok uang negara melalui dana perjalanan dinas ke Makassar, Sulawesi Selatan. Ia bahkan terang-terangan menyebut namanya sendiri dalam video tersebut: "Siapa ji. Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo," ucapnya.

Setelah videonya viral, Wahyudin sempat menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial pribadinya. Ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Gorontalo atas tindakannya yang tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik. Namun, permintaan maaf tersebut tak cukup untuk menyelamatkan karir politiknya di PDI Perjuangan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer